Patokan Rp 16.000 per unit — laba arbitrase = (nilai tebus − harga beli) − biaya penebusan − gas teralokasi
Gas dibagi rata ke seluruh unit dalam satu transaksi, dan satu transaksi paling besar sebesar kuota harian — makin kecil kuota, makin mahal gas per unit. Di atas patokan arah arbitrase berbalik: cetak baru dari penerbit, jual di pasar.
Peg tidak dijaga oleh janji, melainkan oleh insentif — dan insentif punya ongkos.