Input — arus kas & kewajiban debitur (per bulan)

Rp
Rp
Rp
Rp
Parameter kebijakan — tiap bank menetapkan angka berbeda (contoh umum: 40–75%), bukan konstanta baku. Ubah sesuai SOP bank yang relevan.

Hasil kapasitas bayar

Arus Kas Kotor
Rp / bulan
RPC (sebelum pinjaman baru)
Rp / bulan
Sisa RPC setelah pinjaman baru
Rp / bulan
DSR (total kewajiban)
vs ambang

Rincian perhitungan

Metodologi RPC standar analisis kredit bank Indonesia (konvensi umum, bukan satu-satunya rumus baku):
RPC = laba bersih + penyusutan − kewajiban eksisting · kapasitas kas residual sebelum pinjaman baru.
Sisa RPC = RPC − angsuran baru · negatif berarti pinjaman baru melampaui seluruh kapasitas residual.
DSR = (kewajiban eksisting + angsuran baru) ÷ (laba bersih + penyusutan) · porsi arus kas kotor terpakai untuk seluruh kewajiban.
Verdict LAYAK hanya jika DSR ≤ ambang DAN sisa RPC ≥ 0.