Kasus klasik: manajer divisi menolak proyek yang menguntungkan perusahaan
Divisi B PT “Nusantara” saat ini ROI-nya 25% — di atas cost of capital perusahaan 12%. Muncul peluang investasi baru: Rp 200 jt, ekspektasi laba Rp 34 jt/tahun (ROI proyek 17%, di atas cost of capital 12% β menguntungkan perusahaan). Pertanyaan: apakah manajer divisi (yang dinilai dari ROI) akan menerimanya?