Setiap keputusan investasi — dari akuisisi perusahaan sampai proyek infrastruktur — butuh satu angka sebagai hurdle rate: biaya modal rata-rata tertimbang, atau WACC. Kalau proyeksi return di bawah WACC, proyek menghancurkan nilai; kalau di atas, proyek menciptakan nilai.

Cara Pakai

Kalkulator ini menggabungkan dua sumber biaya modal. Sisi kiri menghitung Cost of Equity (Re) via CAPM — masukkan risk-free rate, beta saham, market risk premium, dan country risk premium. Sisi kanan menghitung biaya utang neto dan bobot modal — masukkan cost of debt (pre-tax), tarif pajak, serta nilai pasar ekuitas dan utang.

WACC keluar otomatis beserta kontribusi masing-masing komponen.

Rumus Kunci

$$WACC = Re \times \frac{E}{V} + Rd \times (1 - T) \times \frac{D}{V}$$$$Re = Rf + \beta \times MRP + CRP$$

di mana $V = E + D$, $T$ = tarif pajak, $MRP$ = market risk premium.

Contoh Angka

Ambil perusahaan manufaktur Indonesia: Rf = 6,8%, β = 1,2, MRP = 7,0%, CRP = 2,5%, Rd = 9,5%, T = 22%, E = Rp 50.000 juta, D = Rp 30.000 juta.

  • Re = 6,8 + 1,2 × 7,0 + 2,5 = 17,7%
  • E/V = 50.000/80.000 = 62,5%; D/V = 37,5%
  • WACC = 17,7% × 62,5% + 9,5% × (1 − 22%) × 37,5%
  • WACC = 11,06% + 2,78% = 13,84%

Artinya: proyek investasi perlu return di atas 13,84% agar menciptakan nilai bagi pemegang saham.