Dua perusahaan dengan penjualan dan biaya yang identik bisa melaporkan laba operasi yang berbeda — bukan karena kinerja berbeda, tapi karena metode costing yang dipakai berbeda. Rekonsiliasi Variable vs Absorption Costing menunjukkan bahwa seluruh selisihnya bisa dilacak ke satu sumber: bagaimana overhead pabrik tetap diperlakukan saat ada perubahan persediaan.

Cara Pakai

Kasus pabrik kripik singkong “Renyah Jaya”: geser unit yang diproduksi dan unit yang terjual per bulan, lalu geser overhead pabrik tetap (misalnya sewa dan penyusutan mesin). Batang Absorption Costing dan Variable Costing akan menunjukkan laba operasi masing-masing metode, dengan selisih yang otomatis dijelaskan lewat rumus rekonsiliasi.

Rumus Kunci

$$\text{Tarif FOH per unit} = \frac{\text{Overhead Pabrik Tetap}}{\text{Unit Diproduksi}}$$$$\Delta\text{Laba} = \text{Laba}_{Absorption} - \text{Laba}_{Variable} = \text{Tarif FOH per unit} \times (\text{Unit Diproduksi} - \text{Unit Terjual})$$

Contoh Angka

Data “Renyah Jaya”: harga jual Rp 15.000/unit, biaya variabel produksi Rp 8.000/unit, beban tetap penjualan & administrasi Rp 8.000.000/bulan (period cost di kedua metode). Bulan ini: produksi 8.000 unit, terjual 7.000 unit, overhead pabrik tetap Rp 12.000.000/bulan.

  • Tarif FOH per unit = 12.000.000 / 8.000 = Rp 1.500/unit
  • Margin kontribusi = 7.000 × (15.000 − 8.000) = 7.000 × 7.000 = Rp 49.000.000

Absorption Costing (FOH ikut biaya produk, hanya porsi terjual yang dibebankan): Laba = 49.000.000 − (7.000 × 1.500) − 8.000.000 = 49.000.000 − 10.500.000 − 8.000.000 = Rp 30.500.000

Variable Costing (seluruh FOH periode langsung dibebankan): Laba = 49.000.000 − 12.000.000 − 8.000.000 = Rp 29.000.000

Rekonsiliasi: ΔLaba = 1.500 × (8.000 − 7.000) = 1.500 × 1.000 = Rp 1.500.000, sama persis dengan selisih 30.500.000 − 29.000.000. Produksi melebihi penjualan 1.000 unit → persediaan akhir naik 1.000 unit, dan Rp 1.500.000 overhead pabrik tetap “tersimpan” di neraca sebagai nilai persediaan pada Absorption Costing — belum jadi beban sampai unit itu terjual di periode berikutnya.