Dua dataset bisa punya rata-rata yang persis sama tapi perilaku yang sangat berbeda — satu konsisten dari hari ke hari, satu lagi naik-turun tajam. Rata-rata saja tidak pernah cukup untuk menilai risiko atau kestabilan; widget ini menaruh dua sebaran berdampingan dan menghitung tiga ukuran variabilitas sekaligus — varians, simpangan baku, dan koefisien variasi — supaya perbedaan kestabilan itu kelihatan, bukan cuma dibayangkan.

Cara Pakai

Atur rata-rata dan SD Warung A (merah) dan Warung B (hijau) lewat empat slider. Kurva lonceng (distribusi normal) masing-masing digambar berdampingan pada sumbu yang sama, jadi Anda langsung melihat mana yang lebih “gemuk” (sebarannya lebar, kurang stabil) dan mana yang lebih “kurus” (sebarannya sempit, lebih stabil). Kasus paling instruktif: set rata-rata A dan B sama persis, lalu geser SD masing-masing berbeda jauh — inilah situasi klasik “rata-rata sama, risiko beda” yang sering luput kalau hanya melihat rata-rata.

Rumus Kunci

$$\text{Varians} = SD^2$$$$CV = \frac{SD}{\bar{x}} \times 100\%$$$$\text{Rentang 68\%} = \bar{x} \pm SD$$

CV (coefficient of variation) menormalkan SD terhadap rata-rata, sehingga kestabilan dua dataset dengan skala berbeda tetap bisa dibandingkan secara adil — semakin kecil CV, semakin stabil.

Contoh Angka

Omzet harian dua warung nasi, dicatat dalam juta Rupiah per hari (nilai default widget):

Warung A — rata-rata 1,50 juta, SD 0,10 juta:

  • Varians $= 0{,}10^2 = 0{,}010$
  • $CV = \dfrac{0{,}10}{1{,}50} \times 100\% = 6{,}7\%$
  • Rentang 68% $= 1{,}50 \pm 0{,}10 = [1{,}40 \; ; \; 1{,}60]$ juta

Warung B — rata-rata 1,50 juta (sama persis dengan A), SD 0,40 juta:

  • Varians $= 0{,}40^2 = 0{,}160$
  • $CV = \dfrac{0{,}40}{1{,}50} \times 100\% = 26{,}7\%$
  • Rentang 68% $= 1{,}50 \pm 0{,}40 = [1{,}10 \; ; \; 1{,}90]$ juta

Rata-rata kedua warung identik (1,50 juta/hari), tapi CV Warung B empat kali lipat CV Warung A (26,7% vs 6,7%). Warung A omzetnya nyaris selalu di kisaran 1,40–1,60 juta — bisa diandalkan untuk perencanaan kas. Warung B kadang laris (bisa tembus 1,90 juta), kadang sepi (bisa turun ke 1,10 juta) — omzet rata-ratanya sama, tapi risikonya jauh lebih tinggi.