Model Vector Autoregression (VAR) adalah standar untuk mempelajari interaksi antar variabel deret waktu: suku bunga dan inflasi, kurs dan ekspor, dua pasar keuangan yang berdekatan. Namun begitu model diestimasi, pertanyaan substantifnya selalu sama: jika variabel A terkejut satu standar deviasi, bagaimana jalur respons A dan B sesudahnya? Kurva jawaban itu — impulse response function (IRF) — adalah hasil baca utama setiap analisis VAR.

Widget ini menyimulasikan VAR(1) dua variabel dengan struktur minimal yang jujur: variabel A yang dikejut mempertahankan efeknya sesuai tingkat persistensi, dan variabel B hanya merasakan kejutan itu melalui saluran spillover dengan jeda satu periode. Dua slider itu saja cukup untuk mereproduksi semua bentuk IRF yang ditemui di jurnal: peluruhan cepat atau lambat, penularan searah atau berlawanan arah, dan puncak respons yang bergeser.

Cara Pakai

Geser Spillover A→B (bisa negatif) dan Persistensi, lalu baca plot 20 periode: kurva respons A berangkat dari 1 (satu standar deviasi kejutan) dan meluruh; kurva respons B mulai dari nol, memuncak beberapa periode kemudian, lalu meluruh mengikuti A. Perhatikan interaksi keduanya — persistensi tinggi tanpa spillover menghasilkan respons A panjang tetapi B mati; kombinasi tinggi keduanya menghasilkan gelombang panjang yang menjalar penuh.

Rumus Kunci

$$A_t = \phi \cdot A_{t-1}$$$$B_t = \phi \cdot B_{t-1} + \theta \cdot A_{t-1}$$

dengan φ = persistensi dan θ = spillover; kejutan satu SD diberikan pada A di t=0 (A₀ = 1, B₀ = 0), lalu sistem diiterasi hingga horizon 20 periode.

Poin Penting

Puncak respons B tidak terjadi di t=0 maupun t=1 otomatis — posisinya bergantung pada φ dan θ, dan justru pola puncak inilah yang sering ditafsirkan ekonom: berapa lama lag penularan kebijakan ke targetnya. Saat membaca IRF dari penelitian empiris, dua hal yang sama seperti di widget ini dibedakan dulu: seberapa persisten kejutannya, dan lewat saluran apa ia menjalar.