Saat dua divisi dalam satu grup usaha bertransaksi satu sama lain — divisi produksi menjual komponen ke divisi perakitan, misalnya — harga yang mereka sepakati (harga transfer) menentukan siapa yang “untung” di laporan kinerja masing-masing divisi. Kalau harganya salah, satu divisi menolak bertransaksi meski secara keseluruhan perusahaan induk diuntungkan. Rentang negosiasi harga transfer adalah alat untuk mencari harga yang membuat kedua pihak mau bertransaksi.

Cara Pakai

Kasus PT Kayu Jepara Bersama: Divisi Penggergajian menjual rangka kursi kayu ke Divisi Perakitan, sesama unit dalam satu grup. Geser biaya variabel penjual dan harga pasar eksternal untuk menentukan lebar rentang layak. Sakelar kapasitas menentukan apakah batas bawah tetap rendah (ada waktu luang produksi) atau naik sampai setara harga pasar (kapasitas penuh, ada opportunity cost). Geser harga transfer yang diusulkan dan lihat apakah kedua divisi sama-sama untung.

Rumus Kunci

$$\text{Batas Bawah (Floor)} = \text{Biaya Variabel per unit} + \text{Opportunity Cost per unit}$$$$\text{Batas Atas (Ceiling)} = \text{Harga Pasar Eksternal}$$$$\text{Rentang Layak} = [\text{Floor} , \text{Ceiling}]$$

di mana Opportunity Cost = 0 saat ada kapasitas menganggur, dan Opportunity Cost = (Harga Pasar − Biaya Variabel) saat kapasitas penuh — sehingga floor naik sampai sama dengan harga pasar.

Contoh Angka

Divisi Penggergajian: biaya variabel = Rp 450.000/set rangka kursi. Harga pasar eksternal untuk rangka sejenis = Rp 750.000/set.

Skenario 1 — ada kapasitas menganggur. Opportunity cost = 0 (tidak ada penjualan luar yang dikorbankan).

  • Floor = 450.000 + 0 = Rp 450.000
  • Ceiling = Rp 750.000
  • Rentang layak = Rp 450.000 – Rp 750.000

Kalau harga transfer diusulkan Rp 600.000 (di dalam rentang):

  • Untung Divisi Penggergajian (penjual) = 600.000 − 450.000 = Rp 150.000/unit
  • Hemat Divisi Perakitan (pembeli) vs beli di pasar = 750.000 − 600.000 = Rp 150.000/unit
  • Goal congruence tercapai — kedua divisi sama-sama untung.

Skenario 2 — kapasitas penuh. Setiap unit yang ditransfer ke Divisi Perakitan menggantikan satu unit penjualan ke pasar luar, jadi opportunity cost = 750.000 − 450.000 = 300.000.

  • Floor = 450.000 + 300.000 = Rp 750.000 (sama dengan ceiling)
  • Rentang layak menyempit jadi satu titik: Rp 750.000 — tidak ada ruang negosiasi lagi, karena mentransfer di bawah harga pasar berarti Divisi Penggergajian kehilangan margin penjualan luar yang dikorbankan.