Rights issue adalah cara perusahaan tercatat menambah modal dengan menawarkan saham baru kepada pemegang saham lama, biasanya dengan harga di bawah harga pasar (harga exercise). Karena saham baru masuk dengan harga diskon, harga saham secara teoretis akan menyesuaikan turun ke TERP — dan pemegang saham yang tidak ikut serta perlu memahami berapa nilai hak (right) yang mereka pegang, atau berapa dilusi yang akan mereka tanggung.
Cara Pakai
Masukkan harga cum-rights (harga saham sesaat sebelum rights issue), rasio saham lama terhadap saham baru, dan harga exercise. Kalkulator menghitung TERP, nilai teoretis satu right, serta persentase dilusi kepemilikan bagi pemegang saham yang tidak menebus haknya.
Rumus Kunci
$$TERP = \frac{r \times P_0 + P_{ex}}{r + 1}$$$$Nilai\ Right = \frac{P_0 - P_{ex}}{r + 1}$$$$Dilusi\ (\%) = \frac{1}{r + 1} \times 100\%$$di mana $P_0$ = harga cum-rights, $P_{ex}$ = harga exercise, dan $r$ = rasio saham lama yang dibutuhkan untuk menebus satu saham baru.
Contoh Angka
Ambil PT Maju Bersama Tbk: harga cum-rights P0 = Rp 3.000, rasio 4 : 1, harga exercise Pex = Rp 2.000.
- TERP = (4 × 3.000 + 2.000) / 5 = 14.000 / 5 = Rp 2.800
- Nilai right = (3.000 − 2.000) / 5 = 1.000 / 5 = Rp 200 per lembar
- Dilusi (tidak exercise) = 1/5 × 100% = 20,0%
Artinya: pemegang saham yang tidak menebus haknya kehilangan 20,0% porsi kepemilikannya, tapi bisa mengompensasi kerugian itu dengan menjual right-nya senilai Rp 200 per lembar di pasar.