SROI (Social Return on Investment) menghitung berapa nilai uang dari dampak sosial yang dihasilkan sebuah program atau investasi — bukan seberapa banyak uang yang dihabiskan, melainkan apa yang berubah bagi penerima manfaat.
Cara Pakai
Tambahkan setiap outcome program yang dapat dikuantifikasi. Untuk tiap outcome, tentukan: berapa orang terdampak (benefisiari), berapa nilai outcome itu per orang per tahun (proxy value), berapa lama dampak bertahan (durasi), berapa persen dampak yang betul-betul karena program ini (atribusi), dan berapa persen yang akan terjadi tanpa program (deadweight).
Rumus Kunci
$$Nilai\ Outcome_i = Benefisiari_i \times Proxy_i \times Durasi_i \times Atribusi_i \times (1 - Deadweight_i)$$$$SROI = \frac{\sum_i Nilai\ Outcome_i}{Total\ Investasi}$$Contoh Angka
Program pelatihan kewirausahaan untuk 100 pelaku UKM, investasi Rp 250 juta:
Outcome 1 — Peningkatan pendapatan UKM:
- Benefisiari: 80 orang (80% berhasil meningkatkan omset)
- Proxy: Rp 6.000.000/orang/tahun (rata-rata kenaikan omset dari survei endline)
- Durasi: 2 tahun
- Atribusi: 65% (35% disebabkan faktor lain seperti musim, kebijakan)
- Deadweight: 20% (20% sudah akan naik omset meski tanpa pelatihan)
- Nilai Outcome 1 = 80 × 6.000.000 × 2 × 0,65 × (1 − 0,20) = Rp 499.200.000
Outcome 2 — Akses ke lembaga keuangan formal:
- Benefisiari: 45 orang (baru punya rekening usaha/KUR)
- Proxy: Rp 2.000.000/orang (proxy: biaya fintech informal yang terhindarkan)
- Durasi: 1 tahun, Atribusi: 80%, Deadweight: 10%
- Nilai Outcome 2 = 45 × 2.000.000 × 1 × 0,80 × 0,90 = Rp 64.800.000
Total Nilai Outcome = 499.200.000 + 64.800.000 = Rp 564.000.000
$$SROI = \frac{564.000.000}{250.000.000} = \mathbf{2,26\times}$$Untuk setiap Rp 1 yang diinvestasikan program ini, tercipta Rp 2,26 nilai sosial.
Catatan: kalkulator ini menggunakan simplified SROI tanpa discounting nilai waktu uang — outcome multitahun tidak didiscount ke present value. Untuk program jangka panjang (>3 tahun) di mana nilai waktu uang signifikan, pertimbangkan SROI dengan NPV agar hasilnya tidak overstated.