Siklus akuntansi adalah rangkaian tujuh tahap berulang yang mengubah transaksi mentah menjadi laporan keuangan, lalu mempersiapkan pembukuan untuk periode berikutnya. Widget ini memetakan ketujuh tahap itu sebagai diagram lingkaran interaktif, memakai contoh Toko Kelontong Bu Siti (UMKM) selama bulan Juli 2026.

Cara Pakai

Klik titik bernomor 1–7 pada diagram, atau gunakan tombol navigasi ◀ ▶, untuk berpindah antar tahap. Titik yang aktif disorot warna aksen dan panah di sekelilingnya menebal. Panah bergaya putus-putus dari tahap 7 kembali ke tahap 1 (berlabel “↻ periode berikutnya”) menunjukkan sifat siklikal proses ini. Tiap tahap menampilkan penjelasan singkat plus contoh dokumen/angka nyata dari kasus toko kelontong.

Rumus Kunci

Siklus akuntansi adalah skema alur tujuh tahap berurutan, bukan satu rumus tunggal:

  1. Transaksi — bukti transaksi terjadi (nota, kuitansi, faktur).
  2. Jurnal ← Transaksi — dicatat kronologis dalam bentuk debit-kredit yang seimbang.
  3. Posting ← Jurnal — dipindah ke akun buku besar masing-masing.
  4. Neraca Saldo ← Posting — direkap untuk memastikan total Debit = total Kredit.
  5. Jurnal Penyesuaian ← Neraca Saldo — mencatat hal yang belum tercatat di akhir periode (penyusutan, dsb).
  6. Laporan Keuangan ← Jurnal Penyesuaian — disusun Laporan Laba Rugi, Neraca, dan Laporan Perubahan Modal.
  7. Penutupan ← Laporan Keuangan — akun nominal ditutup ke Modal; siklus kembali ke tahap 1 pada periode berikutnya.

Contoh Angka

Toko Kelontong Bu Siti (UMKM), Juli 2026, mengikuti ketujuh tahap:

  • Transaksi: 3 Juli — Nota Penjualan #041, 50 sak semen tunai = Rp2.500.000.
  • Jurnal: Kas (D) Rp2.500.000 — Penjualan (K) Rp2.500.000.
  • Posting: Rp2.500.000 masuk ke akun Kas — saldo akhir Kas bulan Juli menjadi Rp18.400.000.
  • Neraca Saldo: Total Debit = Total Kredit = Rp48.750.000 — seimbang.
  • Jurnal Penyesuaian: beban penyusutan etalase toko Rp150.000 (D) — Akumulasi Penyusutan (K).
  • Laporan Keuangan: laba bersih Toko Bu Siti bulan Juli 2026 = Rp3.200.000.
  • Penutupan: laba Rp3.200.000 masuk ke Modal → Modal menjadi Rp41.950.000. Siklus dimulai lagi 1 Agustus 2026.

Rangkaian ini menunjukkan kenapa satu transaksi kecil (penjualan semen Rp2.500.000) pada akhirnya ikut membentuk laba bersih bulanan dan saldo Modal — tidak ada tahap yang bisa dilompati.