ROI adalah ukuran kinerja pusat investasi yang paling umum dipakai, tapi bentuknya sebagai persentase menyembunyikan masalah serius: manajer yang dinilai murni lewat ROI bisa menolak proyek yang sebenarnya menguntungkan perusahaan. Residual Income (RI) memperbaikinya dengan mengukur nilai yang diciptakan dalam Rupiah, bukan rasio — widget ini membandingkan keduanya sekaligus memecah ROI lewat breakdown DuPont.
Cara Pakai
Masukkan Laba Operasi, Aset Operasi Rata-rata, dan Tarif Pengembalian Minimum divisi. Widget menghitung ROI (dengan breakdown Margin × Perputaran) dan RI, lalu memvisualisasikan ROI terhadap tarif minimum di satu grafik dan RI yang menyimpang dari titik nol di grafik lain.
Rumus Kunci
$$ROI = \frac{Laba\ Operasi}{Aset\ Operasi} = Margin \times Perputaran$$$$Margin = \frac{Laba\ Operasi}{Penjualan} \qquad Perputaran = \frac{Penjualan}{Aset\ Operasi}$$$$RI = Laba\ Operasi - (Aset\ Operasi \times Tarif\ Pengembalian\ Minimum)$$Contoh Angka
Nilai default widget — divisi cabang ritel: Laba Operasi = Rp150 juta, Aset Operasi Rata-rata = Rp750 juta, Tarif Pengembalian Minimum = 10,0%, Penjualan (tetap, tak diubah slider) = Rp2.000 juta/tahun.
- ROI = 150 ÷ 750 = 20,0%
- Margin = 150 ÷ 2.000 = 7,5%; Perputaran = 2.000 ÷ 750 = 2,67x
- Cek breakdown: 7,5% × 2,67 = 20,0% ✓ (sama dengan ROI langsung)
- RI = 150 − (750 × 10,0%) = 150 − 75 = Rp75 juta — divisi menciptakan nilai karena ROI-nya (20,0%) di atas tarif minimum (10,0%)
Sekarang misalkan divisi ini punya kesempatan proyek baru: investasi tambahan Rp150 juta menghasilkan laba operasi tambahan Rp20 juta.
- ROI proyek baru saja = 20 ÷ 150 = 13,3% — masih di atas tarif minimum 10,0%, jadi secara ekonomi proyek ini LAYAK diterima.
- Tapi ROI proyek (13,3%) lebih rendah dari ROI divisi saat ini (20,0%). Kalau proyek diterima, ROI gabungan turun menjadi (150+20) ÷ (750+150) = 170 ÷ 900 = 18,9% — turun dari 20,0%.
- Manajer yang dinilai berdasarkan ROI divisi cenderung MENOLAK proyek ini karena menurunkan rata-rata ROI-nya, meski proyek itu menguntungkan perusahaan.
- Lihat dari sisi RI: proyek baru menyumbang RI = 20 − (150 × 10,0%) = 20 − 15 = +Rp5 juta. RI gabungan divisi naik menjadi 170 − (900 × 10%) = 170 − 90 = Rp80 juta, naik dari Rp75 juta. RI dengan tegas mengatakan proyek ini seharusnya diterima — inilah goal congruence yang hilang kalau kinerja divisi hanya dibaca lewat ROI persentase.