Premi asuransi bukan angka yang ditebak — ia dibangun dari dua lapis perhitungan: pure premium (ekspektasi kerugian aktuaria) dan loading (biaya operasional plus margin perusahaan). Memahami struktur ini penting bagi UMKM maupun individu untuk menilai apakah premi yang ditawarkan wajar, dan bagaimana pilihan deductible mengubah besarannya.
Cara Pakai
Kalkulator ini mensimulasikan premi asuransi kebakaran untuk warung UMKM dengan nilai pertanggungan tetap Rp 50 juta. Geser probabilitas klaim (p), deductible, dan loading untuk melihat diagram batang bertumpuk yang membandingkan premi tanpa deductible (batang transparan/ghost) dengan premi setelah memakai deductible (batang solid), masing-masing terpecah jadi blok pure premium dan blok loading.
Rumus Kunci
$$\text{Pure Premium} = p \times (S - \text{Deductible})$$$$\text{Premi} = \text{Pure Premium} \times (1 + \text{Loading})$$di mana $S$ = nilai pertanggungan (sum insured), $p$ = probabilitas klaim per tahun.
Contoh Angka
Warung Bu Siti, nilai pertanggungan S = Rp 50.000.000. Ambil p = 5,0%, deductible = 10%, loading = 25% (nilai default slider).
Tanpa deductible:
- Pure premium = 5% × Rp 50.000.000 = Rp 2.500.000
- Loading = 25% × Rp 2.500.000 = Rp 625.000
- Premi = Rp 2.500.000 + Rp 625.000 = Rp 3.125.000/tahun
Dengan deductible 10% (= Rp 5.000.000, ditanggung sendiri oleh Bu Siti sebelum asuransi membayar):
- Severity yang ditanggung asuransi = Rp 50.000.000 − Rp 5.000.000 = Rp 45.000.000
- Pure premium = 5% × Rp 45.000.000 = Rp 2.250.000
- Loading = 25% × Rp 2.250.000 = Rp 562.500
- Premi = Rp 2.250.000 + Rp 562.500 = Rp 2.812.500/tahun
Dengan mengambil deductible 10%, Bu Siti menghemat Rp 312.500/tahun pada premi — dengan konsekuensi menanggung sendiri hingga Rp 5.000.000 kerugian pertama jika terjadi klaim.