Salah satu konsep paling membingungkan bagi pemula akuntansi adalah kenapa jumlah beban atau pendapatan di laporan laba rugi seringkali tidak sama dengan jumlah kas yang benar-benar keluar atau masuk pada periode yang sama. Jawabannya ada di prinsip akrual: pengakuan mengikuti waktu manfaat/kejadian, bukan waktu kas berpindah. Widget ini menampilkan enam kasus penyesuaian akhir periode yang paling sering dijumpai.
Cara Pakai
Pilih salah satu dari enam kasus — sewa dibayar dimuka, perlengkapan, penyusutan, beban akru, pendapatan diterima dimuka, atau pendapatan akru — lalu geser slider tanggal dari 1 Desember sampai 31 Januari. Garis merah menunjukkan kas kumulatif yang sudah berpindah, garis hijau menunjukkan nilai kumulatif yang sudah diakui secara akuntansi. Selisih keduanya pada tanggal manapun adalah saldo akun penyesuaian yang harus dicatat.
Rumus Kunci
$$Kas(t) = \begin{cases} 0, & t < t_{kas} \\ Kas_{total}, & t \ge t_{kas} \end{cases}$$$$Diakui(t) = \begin{cases} V_1 \cdot \dfrac{t}{t_1}, & t < t_1 \\ V_1, & t \ge t_1 \end{cases}$$$$Gap(t) = \left| Kas(t) - Diakui(t) \right|$$di mana $t_{kas}$ = hari kas berpindah, $t_1$ = panjang periode konsumsi manfaat, dan $V_1$ = nilai total yang diakui pada akhir periode itu. $Gap(t)$ inilah yang dicatat sebagai akun penyesuaian (aset atau liabilitas) di neraca pada tanggal $t$.
Contoh Angka
Kasus “Toko Makmur — sewa toko dibayar dimuka”: kas Rp12 juta dibayar tunai pada 1 Desember ($t_{kas}=0$) untuk sewa setahun penuh, sehingga dalam jendela Desember–Januari (2 dari 12 bulan kontrak) nilai maksimum yang boleh diakui adalah $V_1 = Rp12\text{ jt} \times \frac{2}{12} = Rp2\text{ jt}$, diakui linear selama $t_1 = 61$ hari.
Pada tanggal berjalan 10 Januari ($t = 40$, dihitung dari 1 Desember = hari ke-0):
- $Kas(40) = Rp12{,}0\text{ juta}$ (kas sudah keluar penuh sejak hari pertama, karena $40 \ge t_{kas}=0$)
- $Diakui(40) = 2 \times \dfrac{40}{61} = Rp1{,}3\text{ juta}$
- $Gap(40) = |12{,}0 - 1{,}3| = Rp10{,}7\text{ juta}$
Rp10,7 juta ini dicatat sebagai Beban dibayar dimuka (aset) di neraca per 10 Januari — bukan beban, karena manfaat sewanya belum habis dipakai. Begitu tanggal berjalan mencapai akhir kontrak ($t \ge t_1$), $Diakui(t)$ akan sama dengan $V_1$ dan gap-nya mengecil seiring manfaat terus dikonsumsi.