Bank tidak bisa menghindari risiko kredit sepenuhnya — setiap pinjaman punya kemungkinan gagal bayar. Kerangka PD-LGD-EAD adalah fondasi manajemen risiko kredit modern (termasuk basis perhitungan modal minimum ala Basel) untuk mengukur kerugian yang diharapkan dari portofolio, sekaligus menilai apakah imbal hasil kredit sepadan dengan modal risiko yang dicadangkan.
Cara Pakai
Geser PD, LGD, dan EAD untuk melihat bagaimana Expected Loss (EL) berubah — divisualisasikan sebagai volume balok 3D. Di panel bawah, masukkan modal risiko dan pendapatan portofolio kredit untuk menghitung RAROC, yaitu imbal hasil yang telah disesuaikan dengan risiko kredit tersebut.
Rumus Kunci
$$EL = PD \times LGD \times EAD$$$$RAROC = \frac{\text{Pendapatan} - EL}{\text{Modal Risiko}}$$Contoh Angka
Bank ABC — portofolio kredit UMKM warung (ilustrasi): PD = 5,0%, LGD = 60%, EAD = Rp500 juta.
- EL = 0,05 × 0,60 × 500 = Rp15,0 juta
Dengan modal risiko yang dicadangkan Rp50 juta dan pendapatan bersih portofolio Rp40 juta:
- RAROC = (40 − 15) / 50 = 25/50 = 50,0%
RAROC 50% jauh di atas ambang ilustratif 15% — pendapatan portofolio memadai menutup Expected Loss dan memberi imbal hasil sehat atas modal risiko yang dicadangkan.