Dua kaidah penilaian investasi paling umum, NPV dan IRR, biasanya sepakat soal proyek mana yang layak diterima. Tapi ketika membandingkan (bukan sekadar menerima/menolak) dua proyek, keduanya bisa memberi ranking yang berbeda — dan pada arus kas tak lazim, IRR bisa punya lebih dari satu solusi. Profil NPV (grafik NPV terhadap tingkat diskonto) adalah cara paling jernih untuk melihat kapan dan kenapa ini terjadi.
Cara Pakai
Kalkulator ini memplot kurva NPV terhadap tingkat diskonto $r$ untuk dua proyek UMKM dengan modal awal sama tapi pola arus kas berbeda. Geser slider $r$ untuk melihat NPV kedua proyek berubah real-time, klik tombol Crossover untuk loncat ke titik potong kedua kurva, atau beralih ke mode IRR ganda untuk melihat kasus arus kas tak lazim (proyek tambang pasir) yang memotong sumbu-nol dua kali.
Rumus Kunci
$$NPV = \sum_{t=0}^{n} \frac{CF_t}{(1+r)^t}$$IRR adalah tingkat diskonto yang membuat NPV = 0:
$$\sum_{t=0}^{n} \frac{CF_t}{(1+IRR)^t} = 0$$Crossover rate adalah tingkat diskonto $r^*$ di mana dua proyek punya NPV sama — akar dari selisih arus kas kedua proyek:
$$\sum_{t=0}^{n} \frac{CF_{A,t} - CF_{B,t}}{(1+r^*)^t} = 0$$Contoh Angka
Proyek A “Kedai Kopi”: modal Rp 100 juta, arus kas rata Rp 45 juta/tahun selama 4 tahun. Proyek B “Ekspansi Toko Retail”: modal sama Rp 100 juta, arus kas menumpuk di akhir (Rp 10, 20, 60, 110 juta).
- IRR A = 28,5%, IRR B = 23,6%, crossover rate $r^*$ = 12,7%
- Pada r = 12,0% (di bawah crossover): NPV(A) = Rp 36,7 jt, NPV(B) = Rp 37,5 jt → NPV memilih B, tapi IRR memilih A (28,5% > 23,6%) — inilah konflik NPV–IRR.
- Tepat pada crossover r = 12,7%: NPV(A) = NPV(B) = Rp 34,6 jt.
Kasus IRR ganda — Proyek “Tambang Pasir”: arus kas Rp −65 jt (tahun 0), +Rp 162 jt (tahun 1, hasil tambang), −Rp 100 jt (tahun 2, biaya reklamasi). Tanda arus kas berganti dua kali, sehingga muncul dua IRR:
- IRR₁ = 12,6% dan IRR₂ = 36,6%
- Pada r = 20% (di antara kedua IRR): NPV = +Rp 0,56 jt (positif) — meski r sudah di atas IRR₁, proyek tetap layak, karena posisi berada di rentang antara dua akar.
Di sini IRR gagal sebagai kaidah tunggal (proyek “layak” di antara dua IRR tapi “tidak layak” di luar rentang itu) — hanya NPV yang memberi jawaban konsisten di semua tingkat diskonto.