Dua angka ini menjadi penentu kelayakan hampir semua proyek investasi: NPV dan IRR. Keduanya mengukur hal yang sama dari dua sudut berbeda.

Cara Pakai

Masukkan arus kas per tahun (negatif untuk pengeluaran, positif untuk penerimaan). Tambah atau kurangi baris sesuai umur proyek. Isi discount rate — biasanya WACC perusahaan atau hurdle rate proyek.

NPV dihitung langsung. IRR dicari dengan metode iterasi (Newton-Raphson) yang memaksa NPV = 0.

Rumus Kunci

$$NPV = \sum_{t=0}^{n} \frac{CF_t}{(1+r)^t}$$

IRR adalah nilai $r$ sedemikian sehingga $NPV = 0$.

Aturan keputusan: Terima proyek bila NPV > 0 dan IRR > hurdle rate.

Contoh Angka

Proyek 3 tahun: investasi awal Rp 500 juta, arus kas bersih Rp 200 juta/tahun. Hurdle rate 12%.

  • PV(CF1) = 200/1,12 = Rp 178,6 juta
  • PV(CF2) = 200/1,12² = Rp 159,4 juta
  • PV(CF3) = 200/1,12³ = Rp 142,4 juta
  • NPV = −500 + 178,6 + 159,4 + 142,4 = −Rp 19,6 juta

NPV negatif → proyek tidak layak pada hurdle rate 12%. IRR ≈ 9,7% (di bawah 12%), konfirmasi kesimpulan yang sama.