Dalam merger dan akuisisi, harga penawaran yang “kelihatan wajar” bisa tetap menghancurkan nilai bagi pemegang saham pengakuisisi kalau premi yang dibayar melebihi sinergi yang benar-benar terealisasi. Kalkulator ini menghubungkan tiga keputusan deal — besar sinergi, premi harga, dan struktur pembayaran — langsung ke NPV pengakuisisi dan dampak EPS, dua angka yang paling sering dipakai (dan disalahpahami) dalam evaluasi M&A.

Cara Pakai

Tiga slider mengendalikan deal: Sinergi/tahun (dikapitalisasi jadi nilai sekarang), Premi ke Target (menentukan harga penawaran), dan Porsi bayar saham (menentukan berapa banyak saham baru diterbitkan vs tunai dibayarkan). Panel hasil menampilkan NPV bagi Pengakuisisi (nilai bagi pemegang saham lama setelah deal, dikurangi nilai sebelum deal), EPS Gabungan beserta status akresi/dilusi vs EPS standalone, dan harga per lembar yang diterima target beserta rasio penukaran saham.

Rumus Kunci

$$PV_{sinergi} = \frac{Sinergi_{tahunan}}{r}$$$$NPV_{Pengakuisisi} = \frac{S_A}{S_A + S_{baru}} \times \big(V_A + V_T + PV_{sinergi} - Kas\big) - V_A$$$$EPS_{gabungan} = \frac{NI_A + NI_T + Sinergi_{tahunan}}{S_A + S_{baru}}$$

di mana $S_{baru}$ = lembar saham baru diterbitkan ke target = (nilai penawaran × porsi saham) / harga saham pengakuisisi, $r$ = tingkat diskonto kapitalisasi sinergi (10% pada widget ini), $V$ = nilai pasar standalone, $NI$ = laba bersih standalone.

Contoh Angka

Bank Nusantara Makmur Tbk (pengakuisisi: nilai pasar Rp 900 miliar, laba Rp 90 miliar, 900 juta lembar, EPS standalone Rp 100) mengakuisisi Fintek Cahaya Digital Tbk (target: nilai pasar Rp 200 miliar, laba Rp 15 miliar, 200 juta lembar), dengan sinergi Rp 20 miliar/tahun, premi 30%, dan 50% dibayar saham.

  • Harga penawaran total = Rp 200 M × 1,30 = Rp 260 miliar (premi Rp 60 miliar), atau Rp 1.300/lembar ke target
  • Tunai = Rp 130 miliar; saham baru = Rp 130 miliar ÷ Rp 1.000/lembar = 130 juta lembar (rasio penukaran 0,65 lembar Bank Nusantara per lembar Fintek)
  • PV sinergi = Rp 20 miliar ÷ 10% = Rp 200 miliar
  • Nilai gabungan setelah tunai keluar = (900 + 200 + 200) − 130 = Rp 1.170 miliar, dibagi proporsional 900/1.030 lembar → nilai bagi pengakuisisi = Rp 1.022,33 miliar
  • NPV bagi Pengakuisisi = 1.022,33 − 900 = +Rp 122,33 miliar (positif)
  • EPS gabungan = (90+15+20) miliar ÷ 1.030 juta lembar = Rp 121,36/lembar — akresi +21,36% vs Rp 100 standalone

Karena PV sinergi (Rp 200 M) lebih besar dari premi yang dibayar (Rp 60 M), deal ini menciptakan nilai bagi pemegang saham Bank Nusantara Makmur — tercermin dari NPV positif dan EPS yang akresi sekaligus.