Perusahaan tidak bisa mendanai seluruh proyek dengan biaya modal yang sama — begitu laba ditahan habis, sumber dana berikutnya (saham baru, utang tambahan) datang dengan biaya lebih tinggi. Kerangka MCC (Marginal Cost of Capital) dan IOS (Investment Opportunity Schedule) menjawab pertanyaan kunci penganggaran modal: berapa total dana yang sebaiknya dihimpun perusahaan tahun ini?

Cara Pakai

Geser Total dana dihimpun untuk menjelajah kurva, Laba ditahan (RE) untuk menggeser titik patah, dan Biaya flotasi ekuitas baru untuk mengatur seberapa besar lompatan MCC setelah titik patah. Grafik menampilkan kurva MCC (tangga naik, merah) dan IOS (garis menurun, hijau); tombol ⌖ Optimum melompat langsung ke titik potong keduanya.

Rumus Kunci

Biaya laba ditahan (model pertumbuhan dividen):

$$K_{re} = \frac{D_1}{P_0} + g$$

Biaya ekuitas baru (dengan biaya flotasi $F$):

$$K_{ne} = \frac{D_1}{P_0(1-F)} + g$$

Titik patah (break point):

$$BP = \frac{RE}{W_e}$$

Biaya modal marjinal tertimbang:

$$MCC = W_d K_d + W_e K_{re} \quad \text{untuk } X \le BP$$

$$MCC = W_d K_d + W_e K_{ne} \quad \text{untuk } X > BP$$

Anggaran modal optimal = titik potong kurva $MCC$ dengan kurva $IOS$.

Contoh Angka

PT Kencana Abadi Tbk: struktur modal target 35% utang ($W_d$) : 65% ekuitas ($W_e$); biaya utang setelah pajak $K_d$ = 7,0%; dividen tahun depan $D_1$ = Rp 800/lembar; harga saham $P_0$ = Rp 8.000/lembar; pertumbuhan dividen $g$ = 5,0%; laba ditahan $RE$ = Rp 65 miliar; biaya flotasi ekuitas baru $F$ = 15,0%. Jadwal IOS: proyek terbaik ber-IRR 20,0% (dana Rp 0) menurun linear sampai IRR 4,0% pada dana Rp 300 miliar.

  • $K_{re}$ = 800/8.000 + 0,05 = 10,0% + 5,0% = 15,0%
  • $BP$ = 65 / 0,65 = Rp 100,0 miliar
  • $MCC_1$ (X ≤ Rp 100 M) = 0,35 × 7,0% + 0,65 × 15,0% = 2,45% + 9,75% = 12,20%
  • $K_{ne}$ = 800/(8.000 × (1−0,15)) + 0,05 = 800/6.800 + 5,0% = 11,76% + 5,0% = 16,76%
  • $MCC_2$ (X > Rp 100 M) = 0,35 × 7,0% + 0,65 × 16,76% = 2,45% + 10,90% = 13,35%

Kurva IOS pada X = Rp 100 M masih di 14,67% (di atas MCC₂ 13,35%), jadi anggaran optimal berada setelah titik patah. Menyamakan IOS(X) = 20,0% − 0,0533%×X dengan MCC₂ = 13,35% menghasilkan X ≈ Rp 124,7 miliar — anggaran modal optimal PT Kencana Abadi Tbk, dengan seluruh proyek ber-IRR di atas 13,35% layak diambil.