Margin trading memungkinkan investor membeli saham melebihi modal sendiri dengan pinjaman dari broker (leverage) — tapi leverage memperbesar untung DAN rugi, dan bisa memicu margin call kalau harga saham jatuh cukup dalam. Simulator ini memakai posisi ilustratif beli saham BBCA senilai Rp 10 juta untuk menunjukkan mekanisme risiko itu secara edukatif, bukan sebagai ajakan atau rekomendasi trading.

Cara Pakai

Geser harga saham BBCA dan leverage awal (persentase dana yang dipinjam dari broker saat pembelian). Diagram kiri menunjukkan komposisi nilai posisi (pinjaman vs ekuitas), sementara diagram kanan menunjukkan kurva rasio ekuitas terhadap harga saham beserta garis batas maintenance margin dan titik margin call.

Rumus Kunci

$$\text{Ekuitas} = \text{Nilai Posisi} - \text{Pinjaman} = N \times P - L$$$$\text{Rasio Ekuitas} = \frac{\text{Ekuitas}}{\text{Nilai Posisi}} = 1 - \frac{L}{N \times P}$$$$P^{*} = \frac{L}{N \times (1 - RM)}$$

di mana $N$ = jumlah lembar saham, $P$ = harga saham saat ini, $L$ = pinjaman (tetap sejak pembelian), dan $RM$ = batas maintenance margin yang disyaratkan broker (25% pada simulator ini). $P^{*}$ adalah harga saham saat margin call terjadi.

Contoh Angka

Beli 1.000 lembar BBCA @ Rp 10.000 = posisi Rp 10.000.000. Leverage awal 50% → Pinjaman (L) = 50% × 10.000.000 = Rp 5.000.000, Ekuitas awal = Rp 5.000.000.

Titik margin call: P* = 5.000.000 / (1.000 × (1 − 25%)) = 5.000.000 / 750 = Rp 6.666,67 — kalau harga BBCA turun sampai sekitar Rp 6.667, rasio ekuitas persis menyentuh 25% dan broker akan mengeluarkan margin call.

Kalau harga turun ke Rp 8.000 (masih di atas titik margin call): Nilai posisi = 1.000 × 8.000 = Rp 8.000.000, Ekuitas = 8.000.000 − 5.000.000 = Rp 3.000.000, Rasio ekuitas = 3.000.000 / 8.000.000 = 37,5% — masih aman di atas batas 25%, meski harga saham sudah turun 20% dari harga beli, ekuitas Anda turun 40% (leverage bekerja dua arah).