Saat bank menyalurkan kredit dengan jaminan aset (agunan), dua rasio kunci menentukan apakah jaminan itu cukup melindungi bank jika debitur gagal bayar: Loan-to-Value (LTV) dan collateral coverage. Kalkulator ini mensimulasikan penilaian agunan properti — misalnya ruko UMKM — dari nilai pasar mentah, dipotong haircut konservatif bank, sampai ke rasio kecukupan jaminan riil.

Cara Pakai

Masukkan nilai pasar agunan, geser persentase haircut yang diterapkan bank, lalu masukkan plafon kredit yang diajukan. Diagram batang membandingkan nilai pasar, nilai efektif setelah haircut, dan garis plafon kredit — sementara LTV dan collateral coverage dihitung otomatis di bagian atas.

Rumus Kunci

$$\text{Nilai Efektif} = \text{Nilai Pasar} \times (1 - \text{Haircut})$$$$LTV = \frac{\text{Plafon Kredit}}{\text{Nilai Pasar}} \times 100\%$$$$\text{Collateral Coverage} = \frac{\text{Nilai Efektif}}{\text{Plafon Kredit}} \times 100\%$$

Contoh Angka

Sebuah UMKM mengajukan kredit dengan jaminan ruko: Nilai Pasar = Rp 600 juta, Haircut bank = 25%, Plafon Kredit diajukan = Rp 400 juta.

  • Nilai Efektif = 600 juta × (1 − 25%) = Rp 450 juta
  • LTV = 400 juta / 600 juta × 100% = 66,7%
  • Collateral Coverage = 450 juta / 400 juta × 100% = 112,5%

Karena coverage di atas 100%, jaminan efektif (Rp 450 juta) masih cukup menutup plafon kredit (Rp 400 juta) meski sudah dipotong haircut. Sebagai pembanding: kalau haircut dinaikkan ke 40%, nilai efektif turun jadi 600 juta × 0,60 = Rp 360 juta — coverage jatuh ke 360/400 × 100% = 90,0%, di bawah ambang aman 100%, artinya jaminan TIDAK lagi cukup menutup pinjaman.