DSCR mengukur kesehatan proyek per tahun, seperti tes darah tahunan. LLCR dan PLCR menjawab pertanyaan yang lebih mendasar: apakah CFADS kumulatif cukup untuk melunasi seluruh utang, tidak hanya tahun ini?
Cara Pakai
Masukkan CFADS proyeksi per tahun; pisahkan antara tahun dalam masa pinjaman dan tahun setelah pinjaman lunas (jika ada sisa konsesi). Tambahkan discount rate untuk menghitung nilai sekarang CFADS. Masukkan outstanding debt saat ini.
Rumus Kunci
$$LLCR = \frac{NPV(CFADS_{sisa\ masa\ pinjaman})}{Outstanding\ Debt}$$$$PLCR = \frac{NPV(CFADS_{sisa\ masa\ proyek})}{Outstanding\ Debt}$$di mana NPV dihitung pada discount rate proyek (WACC atau biaya utang).
Contoh Angka
Proyek KPBU saat ini: masa pinjaman tersisa 5 tahun, lalu proyek berlanjut 3 tahun lagi tanpa utang. CFADS Rp 100 miliar/tahun (seragam untuk penyederhanaan). Discount rate 12%. Outstanding debt Rp 320 miliar.
NPV CFADS masa pinjaman (5 tahun):
| Tahun | CFADS | PV Factor (12%) | PV |
|---|---|---|---|
| 1 | 100 | 0,893 | 89,3 |
| 2 | 100 | 0,797 | 79,7 |
| 3 | 100 | 0,712 | 71,2 |
| 4 | 100 | 0,636 | 63,6 |
| 5 | 100 | 0,567 | 56,7 |
| Total | Rp 360,5 M |
NPV CFADS 3 tahun pasca-pinjaman (Tahun 6–8):
| Tahun | CFADS | PV Factor | PV |
|---|---|---|---|
| 6 | 100 | 0,507 | 50,7 |
| 7 | 100 | 0,452 | 45,2 |
| 8 | 100 | 0,404 | 40,4 |
| Total | Rp 136,3 M |
LLCR 1,13× di bawah covenant 1,20× — sinyal peringatan! Kreditur kemungkinan mengaktifkan cash trap (distribusi ekuitas diblokir) sampai LLCR pulih. PLCR 1,55× di atas threshold 1,40× — secara keseluruhan proyek masih solvent, tapi profil utang perlu direstrukturisasi untuk memperbaiki LLCR.