Menambah utang bisa memperbesar Return on Equity (ROE) tanpa menyuntik modal baru — tapi efek yang sama berlaku ke arah sebaliknya saat bisnis memburuk. Memahami mekanisme ini penting sebelum menaikkan rasio utang perusahaan demi mengejar ROE yang lebih tinggi.
Cara Pakai
Dua perusahaan fiktif dengan aset identik Rp10 miliar dibandingkan: PT Konservatif Makmur dengan leverage rendah tetap (DER 0,3x), dan PT Agresif Jaya dengan DER yang bisa Anda ubah lewat slider. Slider kedua mengatur skenario bisnis (EBIT sebagai persen dari aset). Diagram batang dua arah menunjukkan ROE masing-masing perusahaan pada skenario yang sama.
Rumus Kunci
$$Equity = \frac{Aset}{1+DER}$$$$Debt = Aset - Equity$$$$Bunga = Debt \times K_d$$$$NI = (EBIT - Bunga) \times (1-T)$$$$ROE = \frac{NI}{Equity}$$di mana $K_d$ = biaya bunga utang per tahun, $T$ = tarif pajak (PPh Badan 22%).
Contoh Angka
Aset Rp10 miliar, biaya bunga utang 10%/tahun, PPh Badan 22%. Skenario bisnis normal: EBIT = 15% × Rp10 miliar = Rp1,5 miliar.
PT Konservatif Makmur (DER tetap 0,3x):
- Equity = 10/1,3 = Rp7,69 miliar; Debt = Rp2,31 miliar
- Bunga = 2,31 × 10% = Rp0,231 miliar
- NI = (1,5 − 0,231) × 78% = Rp0,990 miliar
- ROE = 0,990/7,69 = 12,87%
PT Agresif Jaya (DER 1,5x):
- Equity = 10/2,5 = Rp4 miliar; Debt = Rp6 miliar
- Bunga = 6 × 10% = Rp0,6 miliar
- NI = (1,5 − 0,6) × 78% = Rp0,702 miliar
- ROE = 0,702/4 = 17,55%
Pada skenario normal ini, leverage PT Agresif Jaya yang lebih tinggi mendorong ROE lebih besar (17,55% vs 12,87%). Tapi coba geser skenario bisnis ke rugi (EBIT = −5% dari aset, atau −Rp0,5 miliar): ROE PT Konservatif turun ke −7,41%, sementara ROE PT Agresif Jaya anjlok jauh lebih dalam ke −21,45% — bukti nyata bahwa leverage memperbesar ayunan ROE ke dua arah, bukan hanya ke arah untung.