Neraca, Laporan Laba Rugi, dan Laporan Arus Kas sering dipelajari terpisah, padahal ketiganya adalah SATU sistem yang saling terkoneksi (articulated). Analis kredit, investor, dan auditor memakai koneksi ini sebagai uji sanity pertama: kalau tiga laporan tidak “nyambung”, ada yang salah di pembukuan atau model keuangan.

Cara Pakai

Geser tiga kontrol di bagian atas — Penjualan, HPP (% Penjualan), dan Beban Operasi — lalu amati bagaimana perubahan itu merambat ke tiga laporan sekaligus. Highlight oranye menandai jejak Laba Bersih (dari Laba Rugi ke Saldo Laba di Neraca, sekaligus jadi titik awal Arus Kas Operasi). Highlight ungu menandai kesamaan Saldo Kas antara Neraca dan baris terakhir Arus Kas.

Rumus Kunci

Skema keterkaitan (bukan satu rumus tunggal) yang dipakai widget ini:

$$\text{Laba Bersih} = \text{Laba Sebelum Pajak} - \text{Pajak Penghasilan}$$$$\text{Saldo Laba}_{akhir} = \text{Saldo Laba}_{awal} + \text{Laba Bersih}$$$$\text{Kas Bersih Operasi} = \text{Laba Bersih} + \text{Depresiasi} \pm \Delta\text{Modal Kerja}$$$$\text{Kas Akhir} = \text{Kas Awal} + \text{Kas Operasi} + \text{Kas Investasi} + \text{Kas Pendanaan}$$$$\text{Kas Akhir (Arus Kas)} = \text{Kas \& Setara Kas (Neraca)}$$

di mana $\Delta\text{Modal Kerja}$ = perubahan piutang, persediaan, dan utang dagang (kenaikan piutang/persediaan = arus kas keluar; kenaikan utang dagang = arus kas masuk).

Contoh Angka

Dengan Penjualan Rp 250 juta, HPP 45% dari penjualan, dan Beban Operasi Rp 55 juta:

  • Laba Kotor = 250 − (250 × 45%) = 250 − 112,5 = Rp 137,5 juta
  • Laba Usaha (EBIT) = 137,5 − 55 = Rp 82,5 juta
  • Laba Sebelum Pajak (EBT) = 82,5 − 12 (beban bunga) = Rp 70,5 juta
  • Pajak (22%) = 70,5 × 22% = Rp 15,51 juta
  • Laba Bersih = 70,5 − 15,51 = Rp 54,99 juta

Koneksi ke Neraca — Saldo Laba akhir = Rp 50 juta (awal) + Rp 54,99 juta = Rp 104,99 juta.

Koneksi ke Arus Kas — Kas Bersih Operasi = 54,99 (laba bersih) + 20 (depresiasi) + 0 (Δ piutang) + 6 (Δ persediaan) + 2 (Δ utang dagang) = Rp 82,99 juta. Setelah dikurangi Kas Investasi (Rp 50 juta) dan Kas Pendanaan (Rp 10 juta), Saldo Kas Akhir = 30 + 82,99 − 50 − 10 = Rp 52,99 juta — angka yang sama persis harus muncul sebagai akun Kas & Setara Kas di Neraca.