Kualitas portofolio kredit adalah salah satu indikator kesehatan bank yang paling diawasi regulator dan investor. Rasio NPL yang naik menandakan meningkatnya risiko kredit macet, yang pada akhirnya mengikis permodalan bank melalui kewajiban pencadangan.
Cara Pakai
Atur alokasi kredit ke lima kategori kolektibilitas (Kol 1–5) sesuai komposisi portofolio yang ingin disimulasikan. Bar komposisi menampilkan proporsi tiap kategori (hijau = lancar, merah = macet), sedangkan gauge menampilkan rasio NPL gross terhadap ambang aman OJK 5% (garis putus-putus) beserta marker segitiga untuk posisi NPL net.
Rumus Kunci
$$NPL_{gross} = \frac{Kol_3 + Kol_4 + Kol_5}{Total} \times 100\%$$$$NPL_{net} = \frac{(Kol_3 + Kol_4 + Kol_5) - CKPN}{Total} \times 100\%$$di mana $CKPN = Kol_3 \times 15\% + Kol_4 \times 50\% + Kol_5 \times 100\%$ — tarif cadangan indikatif yang membesar seiring memburuknya kualitas kredit.
Contoh Angka
Portofolio bank contoh (miliar Rupiah): Kol 1 = 90,0; Kol 2 = 5,5; Kol 3 = 2,0; Kol 4 = 1,5; Kol 5 = 1,0 — Total = 100,0 miliar.
- Kredit bermasalah = 2,0 + 1,5 + 1,0 = 4,5 miliar
- CKPN = (2,0 × 15%) + (1,5 × 50%) + (1,0 × 100%) = 0,30 + 0,75 + 1,00 = 2,05 miliar
- NPL gross = 4,5 / 100,0 × 100% = 4,5%
- NPL net = (4,5 − 2,05) / 100,0 × 100% = 2,45 / 100,0 × 100% = 2,45%
Karena NPL gross 4,5% masih di bawah ambang aman OJK 5%, bank ini berstatus Aman — meski cukup dekat dengan ambang, sehingga perlu diwaspadai jika tren kredit bermasalah terus naik.