Lini perakitan makan siang katering UMKM terdiri dari enam tugas: mengisi nasi, lauk ayam, sayur, sambal, menutup kotak, dan melabeli. Total waktu semua tugas dibagi waktu siklus memberi jumlah stasiun kerja minimum — tetapi membagi tugas ke stasiun agar semuanya rata bekerja adalah persoalan tersendiri. Keseimbangan lini (line balancing) bertujuan menyebar beban kerja sehingga waktu menganggur tiap stasiun minimum: stasiun yang menunggu adalah upah terbuang dan barang setengah jadi yang menumpuk.
Widget ini menghitung dua hal sekaligus: batas teoretis jumlah stasiun ⌈Σt/cycle⌉ dan penugasan aktual dengan heuristik largest-candidate rule, lalu menggambarkan setiap stasiun sebagai batang bersegmen — tinggi segmen adalah waktu tugas di dalamnya, dan celah menuju garis cycle time adalah waktu menganggurnya.
Cara Pakai
Isi waktu tiap tugas pada input Nasi, Ayam, Sayur, Sambal, Tutup, Label (detik), lalu geser Waktu siklus target (cycle time). Baca formula di panel hasil — Stasiun minimum = ⌈Σt/c⌉ dan terpakai LCR — beserta Efisiensi lini dan persentase idle. Diagram batang memperlihatkan komposisi tugas tiap stasiun; bila cycle time diturunkan terlalu jauh hingga lebih kecil dari tugas terpanjang, muncul peringatan tak feasible.
Rumus Kunci
$$\text{Stasiun minimum} = \left\lceil \frac{\sum t_i}{c} \right\rceil$$$$\text{Efisiensi lini} = \frac{\sum t_i}{n_{\text{stasiun}} \times c} \times 100\%$$Contoh Angka
Waktu default: 40 + 35 + 20 + 15 + 30 + 25 = 165 detik, cycle time 45 detik.
- Stasiun minimum = ⌈165/45⌉ = 4 stasiun
- Efisiensi bila tercapai 4 stasiun = 165 ÷ (4 × 45) = 91,7%, idle 8,3%
- Cycle time diturunkan ke 30 detik → minimum ⌈165/30⌉ = 6 stasiun; tapi tugas Nasi 40 detik > 30 → tidak feasible tanpa memecah tugas
Trade-offnya jelas: cycle time kecil mempercepat output per jam tetapi menuntut stasiun lebih banyak dan menaikkan risiko ketidakseimbangan — keputusan optimal berdiri di antara kapasitas yang diinginkan dan jumlah pekerja yang tersedia.