Program diskon akhir pekan atau promosi lain sering dinilai berhasil hanya dari kenaikan omzet, padahal kenaikan penjualan yang dijual dengan margin lebih tipis bisa saja tidak menutup biaya menjalankan program itu sendiri. Kalkulator ini menghitung ROI riil program promosi dengan memisahkan efek kenaikan penjualan dari laba kotor yang benar-benar dihasilkan, dikurangi biaya program.
Cara Pakai
Widget membandingkan penjualan normal per bulan dengan penjualan saat program promosi berjalan untuk mendapat kenaikan penjualan (incremental sales). Angka ini dikalikan margin kotor untuk mendapat laba kotor tambahan, lalu dibandingkan dengan biaya program promosi untuk menghasilkan ROI. Tabel tiga baris menunjukkan tiap langkah perhitungan, dan badge UNTUNG/RUGI menandai apakah program ini menciptakan nilai bersih.
Rumus Kunci
$$\text{Incremental sales} = \text{Penjualan promosi} - \text{Penjualan normal}$$$$\text{Laba kotor tambahan} = \text{Incremental sales} \times \text{Margin kotor}$$$$ROI = \frac{\text{Laba kotor tambahan} - \text{Biaya program}}{\text{Biaya program}} \times 100\%$$Contoh Angka
Warung/toko retail menjalankan program diskon akhir pekan: penjualan normal Rp 40.000.000/bulan, penjualan saat promosi Rp 58.000.000, margin kotor 22%, biaya program promosi Rp 6.000.000 (nilai default widget).
- Incremental sales = Rp 58.000.000 − Rp 40.000.000 = Rp 18.000.000
- Laba kotor tambahan = Rp 18.000.000 × 22% = Rp 3.960.000
- ROI = (Rp 3.960.000 − Rp 6.000.000) ÷ Rp 6.000.000 × 100% = −34,0%
Meski penjualan naik Rp 18 juta, laba kotor tambahan (Rp 3,96 juta) tidak cukup menutup biaya program (Rp 6 juta) — program ini merugi, contoh nyata kenapa kenaikan omzet saja tidak cukup untuk menilai keberhasilan promosi.