Rumah Potong Hewan (RPH) mengeluarkan satu biaya bersama untuk memproses satu ekor sapi — lalu dari situ dihasilkan daging, kulit, dan tulang sekaligus, masing-masing dengan nilai jual sangat berbeda. Joint cost adalah biaya bersama itu, dan pertanyaannya: bagaimana membaginya secara adil ke tiap produk turunan untuk menghitung margin kotor masing-masing?

Cara Pakai

Masukkan Joint Cost total sampai titik pisah (split-off point), lalu untuk tiap produk (Daging, Kulit, Tulang): kg dihasilkan, harga jual di titik pisah, biaya proses lanjutan per kg, dan harga jual final per kg. Widget menghitung alokasi joint cost dan margin kotor tiap produk dengan tiga metode sekaligus, ditampilkan berdampingan di tabel dan diagram batang agar mudah dibandingkan.

Rumus Kunci

Basis pembobot berbeda untuk tiap metode, tapi rumus alokasinya sama bentuknya:

$$Alokasi_i = \frac{Basis_i}{\sum Basis} \times Joint\ Cost$$

di mana $Basis_i$ tergantung metode:

$$\text{Satuan Fisik: } Basis_i = Kg_i \qquad \text{Nilai Jual Split-off: } Basis_i = Kg_i \times Harga_{split\text{-}off,i}$$$$\text{NRV: } Basis_i = NRV_i = (Kg_i \times Harga_{final,i}) - (Kg_i \times Biaya_{lanjutan,i})$$$$Margin_i = (Kg_i \times Harga_{final,i}) - (Kg_i \times Biaya_{lanjutan,i}) - Alokasi_i$$

Contoh Angka

Data default RPH sapi: Joint Cost = Rp22.000.000. Produk Daging: 250 kg, harga split-off Rp95.000/kg, biaya lanjutan Rp8.000/kg, harga final Rp115.000/kg.

  • Pendapatan final Daging = 250 × 115.000 = Rp28.750.000; biaya lanjutan = 250 × 8.000 = Rp2.000.000
  • Nilai jual split-off (SV) = 250 × 95.000 = Rp23.750.000; NRV = 28.750.000 − 2.000.000 = Rp26.750.000

Total ketiga produk (Daging + Kulit + Tulang): total kg = 350, total SV = Rp24.410.000, total NRV = Rp29.510.000.

Alokasi joint cost ke Daging di tiga metode:

  • Satuan Fisik: (250/350) × 22.000.000 = Rp15.714.286 → margin = 28.750.000 − 2.000.000 − 15.714.286 = Rp11.035.714 (38,4% dari pendapatan)
  • Nilai Jual Split-off: (23.750.000/24.410.000) × 22.000.000 = Rp21.405.162 → margin = Rp5.344.838 (18,6%)
  • NRV: (26.750.000/29.510.000) × 22.000.000 = Rp19.942.392 → margin = Rp6.807.608 (23,7%)

Margin kotor Daging bergeser dari 18,6% sampai 38,4% tergantung metode — padahal produknya, kg-nya, dan harga jualnya sama persis. Yang lebih ekstrem: dengan metode Satuan Fisik, Kulit dan Tulang justru mencatat margin kotor negatif (rugi Rp714.286 dan Rp2.811.429) karena beratnya membebani porsi joint cost besar meski harga jualnya rendah — padahal total margin gabungan RPH tetap Rp7.510.000 di ketiga metode. Inilah kelemahan klasik Satuan Fisik: mengabaikan kemampuan bayar tiap produk, sehingga produk murah-tapi-berat bisa terlihat rugi di atas kertas walau bisnisnya sehat secara keseluruhan.