Kredit dengan masa grace period umum dipakai untuk pembiayaan usaha atau proyek yang butuh waktu sebelum arus kasnya stabil — modal kerja UMKM, kredit investasi, sampai project finance infrastruktur. Semakin panjang grace, semakin ringan beban di awal, tapi beban itu tidak hilang — ia hanya dipindah ke tahun-tahun setelah grace berakhir, dan bisa mengejutkan DSCR kalau tidak diantisipasi sejak awal.

Cara Pakai

Kalkulator ini mensimulasikan kredit modal kerja dengan plafon Rp150 juta dan bunga 10% per tahun (sistem pokok rata/saldo menurun). Geser Tenor, Grace Period, dan Kas Tersedia Bayar Utang (CFADS) — grafik batang menampilkan komposisi pokok dan bunga tiap tahun, sementara garis DSCR menunjukkan kemampuan bayar utang relatif terhadap ambang aman 1,0x.

Rumus Kunci

$$\text{Bunga}_t = \text{Outstanding}_{t-1} \times r$$$$\text{Pokok}_t = \begin{cases} 0, & t \le G \\ \dfrac{P}{T-G}, & t > G \end{cases}$$$$\text{Angsuran}_t = \text{Pokok}_t + \text{Bunga}_t, \qquad DSCR_t = \dfrac{CFADS}{\text{Angsuran}_t}$$

di mana $P$ = pokok pinjaman, $r$ = bunga per tahun, $T$ = tenor, $G$ = lama grace period.

Contoh Angka

Ambil kredit modal kerja UMKM: P = Rp150 juta, r = 10%/tahun, Tenor T = 5 tahun, Grace G = 2 tahun, CFADS = Rp45 juta/tahun (tetap sepanjang tenor).

TahunPokok (Rp jt)Bunga (Rp jt)Angsuran (Rp jt)DSCR
10,015,015,03,00x
20,015,015,03,00x
350,015,065,00,69x
450,010,060,00,75x
550,05,055,00,82x

Selama grace (tahun 1–2), outstanding tetap Rp150 juta sehingga bunga tetap Rp15 juta/tahun dan DSCR longgar di 3,00x. Begitu grace berakhir (tahun 3), pokok mulai dicicil rata Rp50 juta/tahun (Rp150 juta ÷ 3 tahun sisa) sehingga angsuran melonjak ke Rp65 juta dan DSCR anjlok ke 0,69x — di bawah ambang aman 1,0x, meski CFADS Rp45 juta/tahun tidak berubah sama sekali. Artinya, struktur kredit ini perlu CFADS lebih besar atau grace period lebih panjang sebelum bisa disetujui dengan aman.