Uang yang mengendap di gudang sebagai persediaan adalah modal kerja yang tidak bisa dipakai untuk hal lain. Inventory Turnover Ratio (ITR) dan Days Inventory Outstanding (DIO) mengukur seberapa cepat persediaan itu berputar jadi penjualan, dan jadi salah satu KPI inti yang menjembatani modul SCM (persediaan) dengan modul Financial (COGS) dalam sistem ERP.

Cara Pakai

Masukkan COGS setahun, lalu pilih cara menghitung rata-rata persediaan: langsung sebagai satu angka rata-rata, atau dari persediaan awal dan akhir tahun (widget akan merata-ratakan otomatis). Widget menghitung ITR (berapa kali persediaan berputar per tahun) dan DIO (rata-rata hari per satu siklus perputaran), lalu memvisualisasikannya sebagai segmen-segmen di sepanjang garis waktu 365 hari.

Rumus Kunci

$$ITR = \frac{COGS}{\text{Rata-rata Persediaan}}$$$$DIO = \frac{365}{ITR}$$

Kalau memakai mode persediaan awal + akhir: $\text{Rata-rata Persediaan} = \dfrac{\text{Persediaan Awal} + \text{Persediaan Akhir}}{2}$.

Contoh Angka

Ambil nilai default widget: COGS setahun = Rp4.400.000.000, rata-rata persediaan = Rp550.000.000.

  • ITR = 4.400.000.000 ÷ 550.000.000 = 8,0×/tahun
  • DIO = 365 ÷ 8,0 = 45,6 hari

Artinya persediaan rata-rata mengendap 45,6 hari sebelum terjual dan terisi ulang, dan siklus ini terjadi 8 kali dalam setahun.