Saat menghitung arus kas operasi (OCF) sebuah proyek, banyak orang bingung kenapa buku teks menawarkan tiga rumus berbeda — top-down, bottom-up, dan tax-shield — seolah harus pilih salah satu. Padahal ketiganya adalah jalan berbeda menuju angka yang sama persis. Memahami kesetaraan ini penting supaya tidak salah menjumlahkan atau mengurangi komponen saat membangun model kelayakan investasi.

Cara Pakai

Kalkulator ini mensimulasikan investasi mesin cuci industrial: geser Harga Mesin untuk mengatur ICF (kas keluar investasi awal di tahun 0), geser EBITDA untuk mengatur laba operasi tunai tahunan, dan geser Tarif Pajak Badan untuk melihat OCF dihitung ulang serentak lewat tiga metode (top-down, bottom-up, tax-shield) — perhatikan ketiganya selalu menunjukkan angka identik. Di tahun ke-5, mesin dijual di nilai residu (setelah buku susut penuh menjadi nol), menghasilkan Terminal Cash Flow (TCF) yang ditumpuk di atas OCF tahun terakhir pada diagram timeline.

Rumus Kunci

$$Dep = \frac{\text{Harga Mesin}}{N}, \qquad EBIT = EBITDA - Dep$$$$OCF_{\text{top-down}} = EBITDA - T \times EBIT$$$$OCF_{\text{bottom-up}} = NI + Dep = EBIT \times (1-T) + Dep$$$$OCF_{\text{tax-shield}} = EBITDA \times (1-T) + Dep \times T$$$$ICF = -\text{Harga Mesin}, \qquad TCF = \text{Nilai Residu} \times (1-T)$$

di mana $N$ = umur ekonomis proyek (5 tahun di kalkulator ini), $T$ = tarif pajak badan.

Contoh Angka

Investasi mesin cuci industrial: Harga Mesin = Rp 100 juta, EBITDA = Rp 70 juta/tahun, umur ekonomis N = 5 tahun (penyusutan garis lurus sampai nol), Tarif Pajak Badan T = 22%, nilai residu = 20% × Rp 100 juta = Rp 20 juta.

  • Depresiasi: Dep = 100 / 5 = Rp 20 juta/tahun
  • EBIT = 70 − 20 = Rp 50 juta; Laba Bersih (NI) = 50 × (1 − 0,22) = Rp 39 juta
  • OCF top-down = 70 − (0,22 × 50) = 70 − 11 = Rp 59 juta
  • OCF bottom-up = 39 + 20 = Rp 59 juta
  • OCF tax-shield = 70 × (1 − 0,22) + 20 × 0,22 = 54,6 + 4,4 = Rp 59 juta
  • ICF (tahun 0) = −Rp 100 juta
  • TCF (tahun 5) = 20 × (1 − 0,22) = Rp 15,6 juta, ditambahkan di atas OCF tahun ke-5

Ketiga metode OCF sama-sama menghasilkan Rp 59 juta — bukan kebetulan, melainkan konsekuensi aljabar dari struktur laba-rugi yang sama.