Dividend Discount Model menjawab pertanyaan paling mendasar dalam valuasi saham: kalau seorang investor hanya mengharapkan aliran dividen, berapa harga wajar yang pantas dibayar hari ini? Model ini banyak dipakai untuk saham-saham mapan dengan kebijakan dividen stabil, seperti bank BUKU besar atau emiten consumer goods, di mana proyeksi laba ditahan untuk ekspansi relatif kecil.
Cara Pakai
Masukkan D1 (dividen per lembar yang diperkirakan tahun depan), g (laju pertumbuhan dividen jangka panjang), dan r (tingkat imbal hasil yang disyaratkan investor). Dalam mode default (Gordon Growth, satu tahap), widget menghitung PV delapan tahun dividen eksplisit ditambah satu batang “Nilai sisa” yang merangkum seluruh dividen tahun ke-9 dan seterusnya. Centang toggle “Two-stage” untuk memodelkan lima tahun pertumbuhan tinggi (g + 8 poin persen, dibatasi maksimum 30%) sebelum dividen melambat ke pertumbuhan stabil g selamanya sejak tahun keenam.
Rumus Kunci
Gordon Growth (satu tahap), syarat $r > g$:
$$P_0 = \frac{D_1}{r-g}$$Two-stage:
$$P_0 = \sum_{t=1}^{5} \frac{D_1(1+g_H)^{t-1}}{(1+r)^t} + \frac{D_6/(r-g)}{(1+r)^5}$$di mana $D_6 = D_1(1+g_H)^4(1+g)$ adalah dividen tahun keenam saat pertumbuhan sudah stabil di $g$, dan $g_H = \min(g+8\%,\ 30\%)$ adalah laju pertumbuhan tinggi di lima tahun pertama.
Contoh Angka
Saham PT Bank Makmur Sejahtera Tbk (ilustrasi): D1 = Rp150/lembar, pertumbuhan dividen jangka panjang g = 5%, imbal hasil yang disyaratkan investor r = 12%.
- Syarat $r > g$ terpenuhi (12% > 5%), model valid
- $P_0 = \dfrac{150}{0{,}12 - 0{,}05} = \dfrac{150}{0{,}07} = Rp\ 2.142{,}86$
Harga wajar saham ini menurut model Gordon Growth adalah sekitar Rp 2.143 per lembar. Coba geser r turun mendekati g — perhatikan bagaimana P0 melonjak tajam dan akhirnya memicu peringatan model tidak valid.