Iklan pinjaman UMKM atau kredit kendaraan sering mencantumkan “bunga flat 8% per tahun” — angka yang terdengar murah. Tapi bunga flat dan bunga efektif dihitung dengan cara yang sangat berbeda, dan nasabah yang tidak memahami selisihnya bisa membayar jauh lebih mahal daripada yang dikira.

Cara Pakai

Geser bunga flat, tenor, dan plafon pinjaman untuk melihat dua skema berjalan pada tarif nominal yang sama: flat (garis putus-putus, bunga per bulan tetap) vs efektif/anuitas (kurva menurun, bunga dihitung dari sisa pokok). Grafik menunjukkan bunga per bulan masing-masing skema, dan panel di bawahnya menghitung berapa tarif bunga efektif yang setara dengan tarif flat yang dimasukkan.

Rumus Kunci

Skema flat — bunga dihitung dari pokok awal $P$ sepanjang tenor $T$ (tahun):

$$\text{Bunga flat}_{\text{total}} = P \times i_{\text{flat}} \times T, \qquad \text{Angsuran}_{\text{flat}} = \frac{P + \text{Bunga flat}_{\text{total}}}{n}$$

Skema efektif/anuitas — angsuran tetap $M$ dihitung dari tarif bulanan $r$ dan sisa pokok:

$$M = P \times \frac{r}{1-(1+r)^{-n}}$$

di mana $n$ = jumlah bulan tenor. Tarif efektif setara dicari dengan menyelesaikan $r^{*}$ sedemikian rupa sehingga angsuran anuitas pada $r^{*}$ sama dengan $\text{Angsuran}_{\text{flat}}$.

Contoh Angka

Pinjaman modal usaha: plafon $P$ = Rp10.000.000, bunga flat 8,0%/tahun, tenor 12 bulan.

  • Total bunga flat = Rp10.000.000 × 8% × 1 = Rp800.000
  • Bunga per bulan (flat) = Rp800.000 ÷ 12 = Rp66.667
  • Angsuran flat = (Rp10.000.000 + Rp800.000) ÷ 12 = Rp900.000/bulan
  • Pada tarif nominal yang sama (r = 8%/12 per bulan), skema anuitas: angsuran = Rp869.884/bulan, total bunga = Rp438.611

Artinya, bunga flat 8,0%/tahun ini setara dengan bunga efektif sekitar 14,45%/tahun — hampir 1,8× lebih mahal dibanding tarif yang terlihat di iklan.