Tim operasional ritel atau rantai pasok perlu memperkirakan permintaan minggu depan dari data historis yang naik-turun. Exponential smoothing memberi forecast sederhana yang memberi bobot lebih besar pada data terbaru dibanding data lama, dan metrik error mengukur seberapa akurat forecast itu dibanding kenyataan.
Cara Pakai
Masukkan deret data aktual (dipisah koma, minimal 3 titik) dan atur slider Alfa (α) dari 0,05 sampai 0,95. Widget menghitung level dan forecast tiap periode, menampilkan grafik garis aktual vs fitted vs proyeksi periode berikutnya (ditandai lingkaran putus-putus), serta baris metrik MAE, MAPE, RMSE, dan SSE pada α yang dipilih. Tombol ⌖ Optimum α mencari α yang meminimalkan SSE lewat grid search 1–99%.
Rumus Kunci
Level awal dan forecast satu-langkah-ke-depan:
$$S_0 = A_0, \qquad \hat{A}_t = S_{t-1}, \qquad S_t = \alpha A_t + (1-\alpha) S_{t-1}$$Metrik error dihitung dari $n-1$ pasangan aktual-forecast ($t = 1, \dots, n-1$), dengan $e_t = A_t - \hat{A}_t$:
$$MAE = \frac{1}{n-1}\sum |e_t| \qquad RMSE = \sqrt{\frac{1}{n-1}\sum e_t^2} \qquad MAPE = \frac{1}{n-1}\sum \left|\frac{e_t}{A_t}\right| \times 100\% \qquad SSE = \sum e_t^2$$Contoh Angka
Data order mingguan (ribu order): 520, 490, 560, 610, 580, dengan α = 0,40.
- S0 = 520 (level awal = data pertama)
- Forecast W2 = 520; S1 = 0,40 × 490 + 0,60 × 520 = 508,0
- Forecast W3 = 508,0; S2 = 0,40 × 560 + 0,60 × 508,0 = 528,8
- Forecast W4 = 528,8; S3 = 0,40 × 610 + 0,60 × 528,8 = 561,3
- Forecast W5 = 561,3; S4 = 0,40 × 580 + 0,60 × 561,3 = 568,8
- Forecast W6 (proyeksi) ≈ 569
Dari 4 pasangan aktual-forecast (W2–W5): MAE = 45,5; RMSE = 51,3; SSE = 10.547,9; dan MAPE ≈ 7,99% — masuk kategori “sangat baik” (di bawah 10%). Klik ⌖ Optimum α akan mencari nilai α yang meminimalkan SSE untuk deret data ini.