Sebelum risiko benar-benar terjadi, manajer risiko perlu satu angka untuk membandingkan dan memprioritaskan berbagai ancaman yang sangat berbeda sifatnya — dari kebakaran gudang sampai fluktuasi kurs. Expected Loss menjawab kebutuhan itu dengan menggabungkan dua dimensi risiko, probabilitas dan dampak, menjadi satu ukuran kerugian yang dapat dibandingkan.

Cara Pakai

Panel kiri menampilkan Expected Loss sebagai luas kotak — lebar mengikuti Probabilitas, tinggi mengikuti Dampak. Panel kanan adalah diagram pencar Probabilitas vs Dampak berisi enam skenario risiko preset (kebakaran gudang UMKM, piutang macet, kurs USD naik, serangan siber, keterlambatan supplier, saham BBCA turun) plus titik risiko interaktif dari slider Anda. Garis putus-putus adalah kurva iso-EL — semua titik di kurva yang sama punya Expected Loss setara.

Rumus Kunci

$$EL = P \times D$$

di mana $P$ = probabilitas risiko terjadi (dalam persen), dan $D$ = dampak kerugian jika risiko terjadi (dalam Rupiah).

Contoh Angka

Dengan slider default P = 20% dan D = Rp150 juta:

$$EL = 20\% \times \text{Rp}150\text{ juta} = \text{Rp}30\text{ juta}$$

Bandingkan dengan skenario preset terbesar, “Kurs USD naik (importir)”: P = 40%, D = Rp80 juta →

$$EL = 40\% \times \text{Rp}80\text{ juta} = \text{Rp}32\text{ juta}$$

Risiko kurs ini punya EL sedikit lebih tinggi meski dampaknya (Rp80 juta) jauh lebih kecil dari skenario “Kebakaran gudang UMKM” (P=2%, D=Rp500 juta, EL=Rp10 juta) — menegaskan bahwa risiko yang sering terjadi dengan dampak sedang bisa lebih signifikan secara ekspektasi ketimbang risiko langka berdampak besar.