Iklan pinjaman sering menampilkan “bunga 18% per tahun” tanpa menjelaskan seberapa sering bunga itu dihitung ulang. Padahal frekuensi compounding mengubah beban riil secara signifikan — inilah kenapa Effective Annual Rate (EAR) menjadi angka yang wajib dibandingkan, bukan bunga nominal semata.

Cara Pakai

Geser bunga nominal tahunan dan pilih frekuensi majemuk untuk melihat EAR yang dihasilkan, serta kurva pertumbuhan nilai pinjaman selama satu tahun dibandingkan dengan garis acuan bunga majemuk tahunan (m=1, di mana EAR = bunga nominal).

Rumus Kunci

$$EAR = \left(1 + \frac{i}{m}\right)^m - 1$$

di mana $i$ = bunga nominal tahunan, $m$ = frekuensi compounding per tahun.

Contoh Angka

Pinjaman modal warung Rp 10.000.000 dari koperasi, bunga nominal i = 18%/tahun, dihitung majemuk bulanan (m = 12).

  • EAR = (1 + 18%/12)¹² − 1 = (1 + 0,015)¹² − 1
  • (1,015)¹² ≈ 1,19562
  • EAR = 1,19562 − 1 = 19,56%
  • Nilai pinjaman di akhir tahun = 10.000.000 × 1,19562 = Rp 11.956.200

Bandingkan dengan bunga majemuk tahunan (m=1): EAR = 18,00% persis, nilai akhir = Rp 11.800.000. Selisih akibat compounding bulanan saja mencapai Rp 156.200 — meski bunga nominal yang dikuotasikan sama-sama 18%.