ROE tunggal tidak cerita apa-apa tentang dari mana profitabilitas itu berasal — bisa dari margin yang tebal, aset yang berputar cepat, atau sekadar leverage yang tinggi. Identitas DuPont memecah ROE menjadi tiga sumber ini sehingga analis bisa menilai kualitas profitabilitas, bukan cuma besarannya, dan membandingkan perusahaan lintas sektor secara adil.
Cara Pakai
Geser tiga slider: Margin (NPM), Perputaran aset (TATO), dan Pengganda ekuitas (EM). Diagram batang dan formula di atasnya memperbarui otomatis, mengalikan ketiga nilai menjadi ROE. Tombol “Tampilkan 5 langkah” membedah NPM lebih jauh menjadi beban pajak, beban bunga, dan margin operasi (EBIT/Penjualan) — total hasil kali kelima komponen ini tetap sama dengan ROE versi 3 langkah.
Rumus Kunci
$$ROE = NPM \times TATO \times EM$$Versi 5 langkah (dekomposisi NPM):
$$ROE = (1-T) \times (1-B) \times \frac{EBIT}{Penjualan} \times TATO \times EM$$di mana $NPM$ = laba bersih/penjualan, $TATO$ = penjualan/total aset, $EM$ = total aset/ekuitas, $T$ = beban pajak efektif, $B$ = beban bunga (porsi EBIT yang terpakai bunga sebelum sampai ke EBT).
Contoh Angka
PT Ritel Nusantara Tbk: NPM = 8,0%, TATO = 1,30x, EM = 1,80x.
- ROE = 8,0% × 1,30 × 1,80 = 18,72% (ditampilkan 18,7%)
Dengan dekomposisi 5 langkah (asumsi beban pajak efektif 22% → porsi lolos 0,78, dan beban bunga ilustratif dengan porsi lolos 0,88):
- Margin operasi = 8,0% ÷ (0,78 × 0,88) = 8,0% ÷ 0,6864 = 11,65%
- ROE = 0,78 × 0,88 × 11,65% × 1,30 × 1,80 = 18,7% — sama persis dengan versi 3 langkah.
Kalau EM dinaikkan dari 1,80x menjadi 2,50x (tambah utang) tanpa mengubah margin atau efisiensi aset, ROE melompat ke 8,0% × 1,30 × 2,50 = 26,0% — kenaikan yang murni berasal dari leverage, bukan operasi yang membaik.