Ketika bank mempertimbangkan pinjaman Rp 5 triliun untuk proyek jalan tol KPBU, satu angka mendominasi keputusan kredit mereka: DSCR. Bukan profitabilitas, bukan aset jaminan — DSCR.
Cara Pakai
Masukkan CFADS dan Debt Service (pokok + bunga) per tahun. Kalkulator menampilkan DSCR tiap tahun, DSCR minimum, DSCR rata-rata, dan sinyal kelayakan terhadap ambang 1,20×.
Rumus Kunci
$$DSCR = \frac{CFADS}{Pokok + Bunga}$$$$CFADS = EBITDA - Pajak - Perubahan\ Modal\ Kerja - Capex\ Pemeliharaan$$Contoh Angka
Proyek KPBU, Tahun 3: CFADS = Rp 120 miliar, cicilan pokok = Rp 60 miliar, bunga = Rp 30 miliar.
- Debt Service = 60 + 30 = Rp 90 miliar
- DSCR = 120 / 90 = 1,33×
DSCR 1,33× berarti tiap Rp 100 cicilan dijamin Rp 133 arus kas. Bank merasa cukup nyaman (di atas target 1,30×). Tapi pemberi pinjaman akan memeriksa semua tahun — DSCR Tahun 1 yang biasanya terendah bisa jadi showstopper.