Diagram payoff adalah alat paling dasar untuk memahami risiko instrumen derivatif: berapa untung atau rugi yang didapat pemegang posisi pada berbagai skenario harga saham di masa depan. Bentuknya yang menyerupai stik hoki (hockey-stick) membuat titik impas dan potensi kerugian maksimum langsung terlihat, penting sebelum memutuskan membeli opsi atau waran.

Cara Pakai

Pilih jenis instrumen (Call, Put, atau Waran), lalu geser Strike (K) dan Premi. Grafik menampilkan garis payoff terhadap harga saham BBCA saat jatuh tempo, area untung (hijau) dan rugi (merah), garis putus-putus titik impas (BEP), serta penanda posisi laba/rugi pada harga saham saat ini.

Rumus Kunci

$$Payoff_{call/waran} = \max(S - K, 0) - premi$$$$Payoff_{put} = \max(K - S, 0) - premi$$$$BEP_{call/waran} = K + premi \qquad BEP_{put} = K - premi$$

di mana $S$ = harga saham saat jatuh tempo, $K$ = harga strike.

Contoh Angka

Ambil saham BBCA dengan harga saat ini $S_0 = $ Rp 9.200. Beli call dengan strike K = Rp 9.000 dan premi Rp 250.

  • BEP = 9.000 + 250 = Rp 9.250
  • Posisi saat ini (S₀ = 9.200): Payoff = maks(9.200 − 9.000, 0) − 250 = 200 − 250 = −Rp 50 (masih rugi tipis per lembar, karena BEP belum tercapai)
  • Kalau harga BBCA naik ke Rp 9.500: Payoff = maks(9.500 − 9.000, 0) − 250 = 500 − 250 = +Rp 250 (untung, karena sudah melewati BEP)

Bandingkan dengan put memakai strike dan premi yang sama (K = Rp 9.000, premi = Rp 250): BEP = 9.000 − 250 = Rp 8.750. Pada harga saat ini Rp 9.200, Payoff = maks(9.000 − 9.200, 0) − 250 = 0 − 250 = −Rp 250 — kerugian maksimum, karena opsi put ini out-of-the-money selama harga saham di atas strike.