DCF (Discounted Cash Flow) adalah metode valuasi paling mendasar di keuangan — dan juga paling sering disalahgunakan. Ide intinya sederhana: nilai sebuah aset hari ini adalah jumlah semua arus kas masa depannya, masing-masing didiskontokan ke nilai sekarang.
Cara Pakai
Masukkan FCFF Tahun 1 dan tingkat pertumbuhan tahunan. Kalkulator memproyeksikan arus kas tahun 1–5, menghitung terminal value dengan Gordon Growth Model, lalu menjumlahkan semua nilai kini untuk mendapat Enterprise Value. Kurangi net debt untuk equity value; bagi dengan jumlah saham untuk price per share.
Rumus Kunci
$$EV = \sum_{t=1}^{5} \frac{FCFF_t}{(1+WACC)^t} + \frac{TV}{(1+WACC)^5}$$$$TV = \frac{FCFF_5 \times (1+g)}{WACC - g}$$Contoh Angka
FCFF Tahun 1 = Rp 100 miliar, pertumbuhan 10%/tahun, WACC = 13%, g terminal = 5%.
- FCFF 5 tahun: 100, 110, 121, 133,1, 146,4 (miliar)
- PV masing-masing (÷ 1,13^t): 88,5; 86,1; 84,0; 81,8; 79,8 → total = Rp 420,2 miliar
- TV = 146,4 × 1,05 / (0,13 − 0,05) = Rp 1.921,5 miliar
- PV(TV) = 1.921,5 / 1,13^5 = Rp 1.042,4 miliar
- Enterprise Value = 420,2 + 1.042,4 = Rp 1.462,6 miliar
Perhatikan: lebih dari 70% nilai berasal dari terminal value — bukti betapa sensitifnya DCF terhadap asumsi g dan WACC.