Kohort pelanggan yang berlangganan bulan ini tidak akan bertahan semua sampai tahun depan — sebagian berhenti tiap bulan, dan tingkat berhenti itu (churn rate) menentukan seberapa cepat basis pelanggan menyusut. Angka ini penting untuk model bisnis berlangganan (SaaS, streaming, member ritel) karena churn kecil yang terlihat sepele majemuk jadi penyusutan besar dalam setahun, dan menentukan berapa lama rata-rata seorang pelanggan bertahan.

Cara Pakai

Widget menghitung retensi dan sisa kohort dari tiga input: churn rate bulanan, ukuran kohort awal, dan bulan ke-N yang ingin dilihat. Hasilnya tiga angka — retention rate bulanan, jumlah pelanggan yang tersisa di bulan ke-N, dan rata-rata umur pelanggan dalam bulan — plus kurva survival yang menunjukkan penyusutan eksponensial kohort dari bulan 0 sampai 24.

Rumus Kunci

$$\text{Retention} = 1 - \text{Churn}$$$$\text{Sisa}_N = \text{Kohort awal} \times \text{Retention}^{N}$$$$\text{Rata-rata umur pelanggan} = \frac{1}{\text{Churn}}$$

Contoh Angka

Aplikasi langganan streaming musik UMKM lokal dengan churn 5,0%/bulan, kohort awal 500 pelanggan, dilihat di bulan ke-12 (nilai default widget).

  • Retention/bulan = 100% − 5,0% = 95,0%
  • Sisa di bulan ke-12 = 500 × 0,95¹² = 500 × 0,5404 = 270 pelanggan (54,0% dari kohort awal)
  • Rata-rata umur pelanggan = 1 ÷ 0,05 = 20,0 bulan

Artinya, dari 500 pelanggan yang bergabung bulan pertama, hanya sekitar 270 yang masih aktif setahun kemudian — bukan 500 × (1 − 12×5%) = 200 seperti kalau churn dihitung linear, melainkan hasil peluruhan majemuk yang lebih lambat.