Kecukupan modal adalah sinyal pertama yang dilihat regulator dan investor untuk menilai kesehatan sebuah bank: apakah modalnya cukup tebal untuk menyerap risiko aset yang dipelihara. Ukurannya adalah Capital Adequacy Ratio (CAR) — perbandingan total modal terhadap ATMR (Aset Tertimbang Menurut Risiko, atau RWA dalam istilah internasional). Yang membuat ATMR menarik: bukan total aset yang dihitung, melainkan setiap aset dikalikan bobot risikonya, sehingga bank dengan portofolio kredit berisiko harus menyiapkan modal jauh lebih besar daripada bank yang asetnya didominasi SBN.
Kalkulator ini memodelkan neraca sederhana sebuah bank: modal Tier 1 dan Tier 2 di sisi kewajiban, enam kelas aset di sisi aset. Semua bobot risiko bisa diedit, sehingga bisa disimulasikan skenario seperti pengetatan bobot KPR atau penurunan rating debitur korporasi. Verdict layak/tidak layak membandingkan CAR hasil hitungan dengan ambang yang ditentukan (indikatif 12% — ambang aktual berjenjang menurut kategori/BUKU bank dan mencakup buffer, cek ketentuan OJK terkini).
Cara Pakai
Isi Modal Inti / Tier 1 dan Modal Pelengkap / Tier 2 (Rp miliar), lalu lengkapi tabel eksposur: kolom Bobot risiko (persen, bisa diedit — misalnya menaikkan KPR non-qualifying ke 50%) dan kolom Eksposur (Rp miliar) untuk tiap kelas aset. Atur Ambang CAR minimum, lalu baca empat kartu hasil — ATMR, Total Modal, CAR, Rasio Tier 1 — plus verdict dan dua grafik: komposisi ATMR per kelas aset dan posisi CAR terhadap garis ambang.
Rumus Kunci
$$\text{ATMR} = \sum (\text{Eksposur}_i \times \text{Bobot risiko}_i)$$$$\text{CAR} = \frac{\text{Tier 1} + \text{Tier 2}}{\text{ATMR}} \times 100\%$$$$\text{Rasio Tier 1} = \frac{\text{Tier 1}}{\text{ATMR}} \times 100\%$$Contoh Angka
Bank dengan Modal Inti Rp800 miliar + Tier 2 Rp200 miliar, dan eksposur: Kas Rp500 M (0%), SBN Rp1.000 M (0%), Interbank Rp300 M (20%), KPR Rp1.500 M (35%), Korporasi Rp2.000 M (100%).
- ATMR = 0 + 0 + 60 + 525 + 2.000 = Rp2.585 miliar
- Total modal = 800 + 200 = Rp1.000 miliar
- CAR = 1.000 ÷ 2.585 × 100% = 38,7% — jauh di atas ambang 12%
- Rasio Tier 1 = 800 ÷ 2.585 = 30,9%
Perhatikan komposisi ATMR: kredit korporasi menyumbang mayoritas meski eksposurnya tidak jauh lebih besar dari SBN — karena bobot risikonya penuh. Ubah saja bobot KPR dari 35% ke 50% dan lihat CAR bergeser tanpa satu rupiah pun modal berubah.