Setiap kali startup menerima dana investor, kepemilikan founder terdilusi — bukan karena kehilangan nilai, tapi karena “kue” perusahaan menjadi lebih besar dan dibagi dengan pemilik baru. Memahami mekanisme pre-money/post-money ini penting sebelum founder menandatangani term sheet, karena persentase kepemilikan yang terlihat mengecil sering disalahpahami sebagai kerugian, padahal nilai rupiahnya bisa tetap atau bahkan bertambah kalau valuasi naik di putaran berikutnya.
Cara Pakai
Geser Valuasi pre-money dan Dana diraih investor. Widget menghitung post-money, persentase kepemilikan investor baru, dan persentase founder yang tersisa, lalu memvisualisasikannya sebagai diagram batang bertumpuk yang membandingkan komposisi kepemilikan sebelum dan sesudah putaran — lengkap dengan nilai rupiah di bawah masing-masing batang.
Rumus Kunci
$$\text{Post-money} = \text{Pre-money} + \text{Dana Investor}$$$$\%\,\text{Kepemilikan Investor Baru} = \frac{\text{Dana Investor}}{\text{Post-money}}$$$$\%\,\text{Kepemilikan Founder (sesudah)} = 1 - \frac{\text{Dana Investor}}{\text{Post-money}}$$Nilai rupiah kepemilikan founder sesudah putaran = % Founder × Post-money = Pre-money (identik secara matematis untuk satu putaran tanpa ESOP pool baru).
Contoh Angka
Startup “Toko Kita” (aplikasi digitalisasi warung UMKM) bernilai pre-money Rp8,0 miliar, meraih dana investor Rp2,0 miliar.
- Post-money = Rp8,0 M + Rp2,0 M = Rp10,0 M
- % kepemilikan investor baru = 2,0 / 10,0 = 20,0%
- % kepemilikan founder sesudah = 1 − 20,0% = 80,0%
- Nilai rupiah kepemilikan founder sesudah = 80,0% × Rp10,0 M = Rp8,0 M — persis sama dengan pre-money
Artinya: founder terdilusi dari 100% menjadi 80% kepemilikan, tapi nilai rupiah kekayaannya di startup tetap Rp8,0 miliar. Dilusi mengecilkan persentase kepemilikan, bukan rupiah nilainya — selama belum ada ESOP pool baru atau putaran pendanaan berikutnya.