Startup yang tumbuh cepat lewat iklan berbayar bisa terlihat sehat dari sisi omzet, padahal diam-diam membakar lebih banyak uang untuk mendapat pelanggan dibanding nilai yang pelanggan itu kembalikan. CAC (biaya akuisisi) dan LTV (nilai seumur hidup) adalah dua angka yang, dibandingkan satu sama lain, menjawab pertanyaan paling mendasar sebelum menaikkan anggaran marketing: apakah model bisnis ini benar-benar untung per pelanggan.
Cara Pakai
Panel kiri atas menghitung CAC dari biaya iklan & promosi per bulan dibagi jumlah pelanggan baru per bulan. Panel kanan menghitung LTV dari nilai transaksi rata-rata (AOV), frekuensi transaksi per tahun, margin kotor, dan lama bertahan pelanggan (tahun). Widget lalu menampilkan CAC, LTV, rasio LTV:CAC, dan payback period (berapa bulan margin kontribusi bulanan dibutuhkan untuk menutup CAC), lengkap dengan diagram batang dan garis ambang 3×CAC.
Rumus Kunci
$$CAC = \frac{\text{Biaya iklan \& promosi}}{\text{Pelanggan baru}}$$$$LTV = AOV \times \text{Frekuensi/tahun} \times \text{Margin kotor} \times \text{Lama bertahan (tahun)}$$$$\text{Rasio} = \frac{LTV}{CAC}$$$$\text{Payback (bulan)} = \frac{CAC}{\left(AOV \times \text{Frekuensi/tahun} \times \text{Margin kotor}\right) / 12}$$Contoh Angka
Warung kopi rintisan dengan biaya iklan Rp 5.000.000/bulan, 50 pelanggan baru/bulan, AOV Rp 50.000, frekuensi 12×/tahun, margin kotor 40%, lama bertahan 2,0 tahun (nilai default widget).
- CAC = Rp 5.000.000 ÷ 50 = Rp 100.000 per pelanggan
- LTV = Rp 50.000 × 12 × 40% × 2,0 = Rp 480.000
- Rasio LTV:CAC = 480.000 ÷ 100.000 = 4,8 : 1 — kondisi sehat (≥3:1)
- Margin kontribusi bulanan = (Rp 50.000 × 12 × 40%) ÷ 12 = Rp 20.000/bulan
- Payback period = Rp 100.000 ÷ Rp 20.000 = 5,0 bulan — modal akuisisi kembali dalam kurang dari setengah tahun.