Startup yang kehabisan kas tanpa peringatan biasanya bukan karena bisnisnya buruk, melainkan karena tidak ada yang menghitung kapan kas akan habis sampai sudah terlambat. Burn rate dan runway adalah dua angka paling dasar yang wajib dipantau tiap bulan oleh founder dan investor — burn rate mengukur kecepatan kas terkuras, runway mengukur berapa lama waktu yang tersisa sebelum harus mencari pendanaan baru.

Cara Pakai

Tiga slider mengendalikan proyeksi: Kas tersedia (saldo kas saat ini), Pengeluaran/bulan, dan Pendapatan/bulan. Widget menghitung net burn rate (selisih pengeluaran dan pendapatan) dan runway (berapa bulan kas bertahan), lalu menampilkan status lewat badge — “Aman untuk saat ini”, “Segera cari pendanaan!” kalau runway di bawah ambang 6 bulan, atau “Kas bertumbuh” kalau pendapatan sudah melebihi pengeluaran. Grafik memplot proyeksi saldo kas bulan demi bulan sampai titik kas habis (atau sampai batas horizon tampilan).

Rumus Kunci

$$Net\ Burn\ Rate = Pengeluaran_{bulanan} - Pendapatan_{bulanan}$$$$Runway = \frac{Kas\ Tersedia}{Net\ Burn\ Rate}$$

Kalau $Net\ Burn\ Rate \leq 0$, runway dianggap tak terbatas (kas tidak menyusut dari operasional).

Contoh Angka

Startup warung digital: kas tersedia Rp 300 juta, pengeluaran Rp 60 juta/bulan, pendapatan Rp 35 juta/bulan.

  • Net burn rate = Rp 60 juta − Rp 35 juta = Rp 25 juta/bulan
  • Runway = Rp 300 juta ÷ Rp 25 juta = 12,0 bulan

Karena 12,0 bulan masih di atas ambang 6 bulan, status ditampilkan “Aman untuk saat ini”. Kalau pengeluaran naik ke Rp 90 juta/bulan (net burn Rp 55 juta/bulan), runway turun menjadi Rp 300 juta ÷ Rp 55 juta = 5,5 bulan — di bawah ambang, dan badge berubah menjadi “Segera cari pendanaan!”.