Sebelum tahu apakah sebuah usaha untung, pertanyaan yang lebih dasar adalah: berapa unit harus terjual dulu supaya tidak rugi? Titik impas (break-even point/BEP) menjawab itu, dan jadi acuan minimum sebelum menyusun target penjualan atau menilai kelayakan sebuah lini produk baru.
Cara Pakai
Widget ini menghitung BEP dari tiga input: harga jual per unit (P), biaya tetap per bulan (FC), dan biaya variabel per unit (VC). Hasilnya ditampilkan sebagai BEP dalam unit dan BEP dalam rupiah omzet, disertai grafik total revenue (TR) vs total cost (TC) — area di kiri titik potong adalah rugi, di kanan adalah laba.
Rumus Kunci
$$\text{Marjin Kontribusi} = P - VC$$$$BEP_{unit} = \frac{FC}{P - VC}$$$$BEP_{Rp} = BEP_{unit} \times P = \frac{FC}{\text{Rasio Marjin Kontribusi}}$$di mana Rasio Marjin Kontribusi $= \dfrac{P - VC}{P}$.
Contoh Angka
Ambil nilai default widget: harga jual P = Rp25.000/unit, biaya tetap FC = Rp8.000.000/bulan, biaya variabel VC = Rp12.000/unit.
- Marjin kontribusi = Rp25.000 − Rp12.000 = Rp13.000/unit (rasio 52,0%)
- BEP unit = 8.000.000 ÷ 13.000 = 615 unit/bulan
- BEP rupiah = 615 × Rp25.000 ≈ Rp15.384.615/bulan
Di bawah 615 unit terjual per bulan, usaha ini rugi; di atasnya, setiap unit tambahan menyumbang Rp13.000 murni sebagai laba.