Model Black-Scholes tetap jadi fondasi penetapan harga opsi karena elegan dan berbasis argumen no-arbitrage, tapi asumsinya bahwa volatilitas konstan di semua strike sering meleset dari harga pasar riil. Widget ini membandingkan harga opsi call dari Black-Scholes klasik dengan pendekatan berbasis data (disimulasikan sebagai model ML) yang menangkap pola volatility smile — berguna untuk memahami kenapa trader opsi tidak pernah memakai satu angka volatilitas untuk semua strike.
Cara Pakai
Atur harga saham (S) dan volatilitas tersirat dasar (σ). Widget menghitung harga opsi call di 31 titik strike dari 0,7×S sampai 1,3×S menggunakan dua model: Black-Scholes dengan σ konstan, dan model ML ilustratif yang menaikkan σ efektif secara kuadratik saat strike menjauhi harga saham (meniru pola volatility smile yang dipelajari dari data). Grafik menunjukkan kedua kurva plus area gap yang diarsir.
Rumus Kunci
Black-Scholes untuk opsi call Eropa:
$$C = S \cdot N(d_1) - K e^{-rT} \cdot N(d_2)$$$$d_1 = \frac{\ln(S/K) + \left(r + \frac{\sigma^2}{2}\right)T}{\sigma\sqrt{T}}, \qquad d_2 = d_1 - \sigma\sqrt{T}$$Volatilitas efektif model ML (ilustratif, meniru volatility smile):
$$\sigma_{ML}(K) = \sigma_{base} \times \left(1 + 0{,}8 \, m^2\right), \qquad m = \frac{K/S - 1}{0{,}3}$$di mana $S$ = harga saham, $K$ = strike price, $r$ = suku bunga bebas risiko, $T$ = waktu jatuh tempo, dan $N(\cdot)$ = fungsi distribusi normal kumulatif.
Contoh Angka
Saham BBCA S = Rp10.000, volatilitas dasar σ = 25%, r = 5,5% (ilustratif, ~BI7DRR), T = 3 bulan (0,25 tahun). Ambil strike deep OTM K = Rp11.500 (15% di atas harga saham):
- $m = (11.500/10.000 - 1)/0{,}3 = 0{,}15/0{,}3 = 0{,}5$ → $\sigma_{ML} = 25\% \times (1+0{,}8 \times 0{,}5^2) = 25\% \times 1{,}2 = \mathbf{30\%}$
- Dengan σ = 25% (Black-Scholes): $d_1 = -0{,}9456$, $d_2 = -1{,}0706$ → harga call $\approx \mathbf{Rp\ 109}$
- Dengan σ = 30% (model ML): $d_1 = -0{,}7651$, $d_2 = -0{,}9151$ → harga call $\approx \mathbf{Rp\ 179}$
- Gap = 179 − 109 = Rp 69, atau sekitar 64% lebih mahal menurut model ML dibanding Black-Scholes di strike yang sama
Persis di ATM (K = S), $m = 0$ sehingga $\sigma_{ML} = \sigma_{base}$ dan kedua model menghasilkan harga yang identik — gap hanya muncul dan melebar saat strike bergerak menjauhi harga saham. Perbandingan ini bersifat edukatif untuk memahami keterbatasan model, bukan rekomendasi keputusan trading.