Kesehatan sebuah bank tidak bisa dinilai dari satu angka saja — modal yang kuat (CAR) bisa percuma kalau efisiensi operasional buruk (BOPO), dan kredit yang macet (NPL) pada akhirnya menggerus modal dan mengubah pola penyaluran kredit (LDR). Empat rasio ini saling terkait dan sama-sama diawasi regulator perbankan.

Cara Pakai

Kalkulator ini memodelkan neraca ringkas bank fiktif “Makmur Sejahtera” (kredit UMKM). Geser slider Kredit bermasalah (NPL) dan Biaya operasional untuk melihat efek domino-nya: NPL yang naik menambah provisi (CKPN) yang menggerus modal dan menambah biaya; biaya operasional yang naik langsung menggerus modal dan memperlambat penyaluran kredit baru. Empat gauge — CAR, BOPO, NPL, LDR — bergerak mengikuti kedua slider, lengkap dengan pita zona sehat/tidak sehat.

Rumus Kunci

$$CAR = \frac{Modal}{ATMR} \times 100\%$$$$BOPO = \frac{Biaya\ Operasional}{Pendapatan\ Operasional} \times 100\%$$$$NPL = \frac{Kredit\ Bermasalah}{Total\ Kredit} \times 100\%$$$$LDR = \frac{Total\ Kredit}{Dana\ Pihak\ Ketiga\ (DPK)} \times 100\%$$

Ambang sehat indikatif yang dipakai di kalkulator ini: CAR ≥ 8%, BOPO ≤ 94%, NPL ≤ 5%, LDR di pita 78–92%.

Contoh Angka

Neraca dasar bank “Makmur Sejahtera”: Modal = Rp 150 miliar, ATMR = Rp 1.000 miliar, Total kredit = Rp 800 miliar, DPK = Rp 900 miliar, Pendapatan operasional = Rp 100 miliar, Biaya operasional = Rp 80 miliar, NPL = 3,0% (kondisi dasar/baseline).

  • CAR = 150 / 1.000 × 100% = 15,0% (sehat, di atas ambang 8%)
  • BOPO = 80 / 100 × 100% = 80,0% (sehat, di bawah ambang 94%)
  • NPL = 3,0% (sehat, di bawah ambang 5%)
  • Kredit bermasalah = 800 × 3% = Rp 24 miliar → sedikit menekan penyaluran kredit: Kredit disesuaikan = 800 − (24 × 0,15) = 800 − 3,6 = Rp 796,4 miliar
  • LDR = 796,4 / 900 × 100% = 88,5% (sehat, di dalam pita 78–92%)

Keempat rasio sehat pada kondisi dasar. Coba naikkan NPL ke atas 8% sambil menaikkan biaya operasional ke atas 100 — provisi tambahan akan menggerus CAR, dan BOPO akan melewati ambang 94% lebih dulu sebelum rasio lain ikut memerah.