Setelah proses clustering selesai dan centroid tiap segmen sudah ditemukan, pertanyaan yang sering muncul di lapangan adalah: kalau ada objek atau pelanggan baru, dia paling cocok masuk segmen yang mana? Widget ini mensimulasikan langkah interpretasi itu — satu objek digeser bebas di bidang dua dimensi, lalu jaraknya ke dua centroid tetap dibandingkan untuk menentukan keanggotaan klusternya.

Cara Pakai

Geser slider x1 dan x2 untuk memindahkan posisi objek A. Dua centroid ditampilkan tetap: C1 di (1, 1) berwarna biru dan C2 di (4, 5) berwarna oranye. Panel metrik menghitung jarak Euclidean objek A ke masing-masing centroid secara langsung, lalu garis putus-putus pada grafik menghubungkan objek A ke centroid terdekatnya — warna objek A ikut berubah mengikuti kluster mana yang menang.

Rumus Kunci

$$d(A, C_k) = \sqrt{(x_1 - c_{k1})^2 + (x_2 - c_{k2})^2}$$

Objek $A$ ditugaskan ke kluster dengan jarak terkecil:

$$\text{kluster}(A) = \arg\min_{k \in \{1,2\}} d(A, C_k)$$

Contoh Angka

Centroid tetap: $C_1 = (1, 1)$ dan $C_2 = (4, 5)$. Objek A digeser ke posisi $(3, 3)$.

Jarak ke C1:

$$d(A, C_1) = \sqrt{(3-1)^2+(3-1)^2} = \sqrt{4+4} = \sqrt{8} = 2{,}828$$

Jarak ke C2:

$$d(A, C_2) = \sqrt{(3-4)^2+(3-5)^2} = \sqrt{1+4} = \sqrt{5} = 2{,}236$$

Karena $d(A, C_2) = 2{,}236$ lebih kecil daripada $d(A, C_1) = 2{,}828$, objek A ditugaskan ke Kluster 2 — meskipun secara kasat mata posisi $(3,3)$ terlihat “di tengah-tengah”, perhitungan jarak eksak menunjukkan objek ini sedikit lebih dekat ke centroid C2. Inilah yang membuat aturan penempatan berbasis jarak lebih andal dibanding menebak secara visual.