Setiap pinjaman anuitas — KPR, kredit modal usaha, sampai kredit kendaraan — punya angsuran bulanan yang terlihat tetap, padahal di baliknya komposisi bunga dan pokok terus bergeser. Memahami jadwal amortisasi ini penting untuk menilai berapa total biaya bunga yang sebenarnya dibayar, dan kapan waktu paling efektif untuk melunasi lebih cepat.

Cara Pakai

Masukkan pokok pinjaman, suku bunga nominal per tahun, dan tenor dalam tahun. Widget menghitung angsuran bulanan tetap (PMT) memakai rumus anuitas, lalu menggambar grafik area bertumpuk yang menunjukkan porsi bunga (di bawah) mengecil sementara porsi pokok (di atas) membesar sepanjang tenor — meski totalnya (garis putus-putus di puncak) tetap sama tiap bulan. Tabel di bawahnya merangkum total bunga, total pokok, dan sisa pinjaman per tahun.

Rumus Kunci

$$PMT = P \times \frac{i}{1-(1+i)^{-n}}$$$$\text{Bunga bulan } t = \text{Saldo}_{t-1} \times i \qquad \text{Pokok bulan } t = PMT - \text{Bunga bulan } t$$

di mana $P$ = pokok pinjaman, $i = r_{\text{tahun}}/12$ = suku bunga bulanan, $n$ = tenor dalam bulan.

Contoh Angka

Kredit modal usaha warung: pokok Rp 200.000.000, bunga nominal 9% per tahun, tenor 5 tahun (60 bulan).

  • $i = 9\%/12 = 0{,}75\%$ per bulan
  • $(1{,}0075)^{60} \approx 1{,}5657$, sehingga $(1{,}0075)^{-60} \approx 0{,}6387$
  • $PMT = 200.000.000 \times \dfrac{0{,}0075}{1-0{,}6387} = 200.000.000 \times \dfrac{0{,}0075}{0{,}3613} \approx Rp\ 4.151.700$ per bulan

Bulan pertama: bunga = Rp 200.000.000 × 0,75% = Rp 1.500.000 (36,1% dari angsuran), pokok = Rp 4.151.700 − Rp 1.500.000 = Rp 2.651.700. Menjelang bulan ke-60, porsi ini nyaris terbalik — sebagian besar angsuran sudah mengalir ke pokok. Total bunga yang dibayar sepanjang 5 tahun mencapai sekitar Rp 49.100.000, atau 24,6% dari pokok pinjaman.